Petunjuk Tiket VIV ke Surga Ada di Alam Kubur

Published Maret 25, 2012 by Azzalia Blog

Image

Ketika berada di alam kubur, boleh jadi kita merasakan kebahagiaan tiada tara ketika amalan sholeh kita mampu menjadi penerang dan petunjuk dimanakah tempat kita berpulang. Ada pula ketika berada di alam kubur merasakan kesedihan dan penyesalan karena amalannya menghantarkannya pada siksa kubur.

Siapa sih yang tidak ingin memperoleh tiket VIV ke surga, nah petunjuk apakah nanti kita akan mendapatkan tiket itu atau justru tiket VIV ke neraka lah yang justru diperoleh bisa diketahui ketika berada di alam barzah. Memang belum pernah sih kesana, tapi petunjuk itu bisa diketahui dari Hadist Rosulullah yang diriwayatkan oleh Barâ’ bin ‘Azib

Radhiyallahu Barâ’ bin ‘Azib Radhiyallahu ‘anhu meriwatakan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba Allah yang beriman dan beramal sholeh apabila menjumpai kematian, para malaikat turun mendatanginya, wajah mereka bagaikan matahari. Mereka membawa kain kafan dan minyak harum dari surga. Para malaikat tersebut duduk dengan jarak sejauh mata memandang. Kemudian malaikat maut mendatanginya dan duduk dekat kepalanya seraya berkata, “Wahai jiwa yang baik keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah.” Maka keluarlah ruh itu bagaikan air yang mengalir dari mulut wadah air minum. Maka malaikat maut mengambil ruhnya. Bila ruh itu telah diambil, para malaikat (yang membawa kafan dan minyak harum) tidak membiarkan berada di tangannya walaupun sekejap mata hingga mengambilnya. Lalu mereka bungkus ruh itu dengan kafan dan minyak harum tersebut. Maka keluarlah darinya aroma, bagaikan aroma minyak kasturi yang paling harum di muka bumi. Mereka membawa ruh itu naik menuju (ke langit). Mereka melewati para malaikat yang bertanya, “Siapa bau harum yang wangi ini?” Maka mereka menyebutnya dengan panggilan yang paling baik di dunia. Sampai naik ke langit, lalu mereka meminta dibukakan pintu langit, maka lalu dibukalah untuknya. Malaikat penghuni setiap langit mengiringinya sampai pada langit berikutnya. Dan mereka berakhir pada langit ketujuh. Allah berkata, ‘Tulislah kitab hamba-Ku pada ‘Illiyyin (tempat yang tinggi) dan kembalikan ia ke bumi, sesungguhnya Aku menciptakan mereka dari bumi, kemudian di sanalah mereka dikembalikan dan akan dibangkitkan kelak.

Selanjutnya, ruhnya dikembalikan ke jasadnya. Lalu datanglah kepadanya dua malaikat, keduanya menyuruhnya untuk duduk. Kedua malaikat itu bertanya kepadanya, ‘Siapa Rabbmu?’ Ia menjawab, “Rabbku adalah Allah”. ‘Apa agamamu?’ Ia menjawab,agamaku Islam’. ‘Siapa orang yang diutus kepadamu ini?’ Ia menjawab, ‘Ia adalah Rasulullâh. ‘Apa ilmumu?’ Ia menjawab, ‘Aku membaca kitab Allah dan beriman dengannya’. Lalu diserukan dari langit, ‘Sungguh benar hambaku’. Maka bentangkanlah untuknya tikar dari surga-Ku. Dan bukakan baginya pintu surga. Maka datanglah kepadanya wangi surga dan dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang. Selanjutnya, datang kepadanya orang yang berwajah tampan, berpakaian bagus dan harum mewangi. Ia (orang berwajah tampan) berkata, “Bergembiralah dengan semua yang menyenangkanmu. Inilah hari yang dijanjikan untukmu.” Maka ia (mayat) pun bertanya, “Siapa anda, wajahmu yang membawa kebaikan?” Maka ia menjawab, “Aku adalah amalmu yang shaleh”. Ia bertanya lagi, “Ya Allah, segerakanlah Kiamat agar aku bisa kembali kepada keluarga dan hartaku.”

Dan bila seorang kafir, ia berpindah dari dunia dan menuju ke alam akhirat. Dan para malaikat turun dari langit menuju kepadanya dengan wajah yang hitam. Mereka membawa kain rami yang kasar, mereka duduk dengan jarak dari mayat sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut duduk di dekat kepalanya. Ia berkata, “Wahai jiwa yang kotor, keluarlah menuju kemurkaan Allah.” Selanjutnya, ruhnya pun menyebar ke seluruh tubuhnya dan malaikat maut mencabut ruhnya dengan kuat seperti mencaput sisir besi dari ijuk yang basah. Bila ruh itu telah diambil, para malaikat itu tidak membiarkannya sekejap mata di tangan malaikat maut, sampai para malaikat meletakkannya pada kain rami yang kasar tersebut. Kemudian ia mengeluarkan bau yang paling busuk di muka bumi. Selanjutnya para malaikat membawa naik ruh tersebut. Tiada malaikat yang mereka lewati kecuali mereka mengatakan, ‘Bau apa yang sangat keji ini?’ ia dipanggil dengan namanya yang paling jelek waktu di dunia. ketika arwahnya sampai pada langit dunia dan malaikat meminta pintunya dibuka, akan tetapi tidak diizinkan.

Setelah itu ruhnya dikembalikan ke jasadnya, dan datang kepadanya dua orang malaikat yang menyuruhnya duduk. Kedua malaikat itu bertanya, ‘Siapa Rabbmu? ia menjawab, ‘Ha ha, aku tidak tahu’. Mereka bertanya lagi, “Siapakah orang yang diutus kepadamu ini?” Ia menjawab, “Ha ha, aku tidak tahu.” Maka seseorang menyeru dari langit, “Sungguh ia telah berdusta.” Bentangkan tikar untuknya dari api neraka dan bukakan salah satu pintu neraka untuknya. Maka datanglah kepadanya angin panas neraka. Lalu kuburnya disempitkan sehingga tulang-tulang rusuknya saling berdempet. Kemudian datang kepadanya seorang yang berwajah jelek, berpakaian jelek dan berbau busuk. Orang itu berkata,“Berbahagialah dengan apa yang menyakitimu, inilah hari yang dijanjikan padamu.” Lalu ia (mayat) bertanya, “Siapa engkau yang berwajah jelek?” Ia menjawab, “Aku adalah amalanmu yang keji.” Lalu mayat itu mengatakan, “Rabb ku janganlah engkau datangkan Kiamat.” [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni dalam Shahîh Jâmi’ ash Shaghîr no 1676.]

“ Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati.” Ya, pastilah dan yang menjadi pertanyaan penting adalah apakah kita sudah mempersiapkan bekal kita untuk pulang ke kampung akhirat? Bahagia atau sengsarakah ketika pulang ke kampung halaman itu nantinya? Bisa jadi kita akan merasa bahagia jika pulang ke kampung surga. Atau boleh jadi akan berhujung petaka ketika kita dipulangkan ke kampung neraka. Bagi orang-orang yang beriman, beramal sholeh dan menerjakan pekerjaan ma’ruf tentu akan merasa bahagia ketika akan pulang ke kampung halamannya di akhirat nanti.

Bagi mereka kampung halaman yang dinantikan adalah tempat yang akan memberikan kebahagiaan lantaran amal yang dicarinya di dunia mengantarkan pada kampung surga. Nah, bagi jiwa-jiwa yang penuh dosa, kekufuran, kekafiran, dan kemusyrikan akan mengalami nasib yang sensara akibat kedurkakaannya kepada Allah. Kampung yang menantinya adalah api yang berejolak dengan siksa yang menyakitkan.

Perlu diingat sebelum pulang ke kampung surga sebaiknya kita memesan dulu tiket VIVnya . Tiket ini nggak Cuma-Cuma lho, bisa diperoleh hanya dengan amalan sholeh tentunya. Jangan lupa mempersiapkan bekal dengan amal yang bisa menerangi dan selamat dari siksa kubur serta menghantarkan kita pada kebahagiaan di akhirat. Caranya nggak boleh salah ya, bukan dengan membeli bolam 40 watt lho.

Cara-cara menerangi alam kubur bisa dilakukan dengan:

1. Beramal sholeh bukan amal salah. Amal sholeh ini akan menjadi kawan ketika kita berada di alam kubur dan mampu memberikan cahaya ketika berada di alam kubur. Beramal sholeh dapat dilakukan misalnya dengan berpuasa, berinfaq, sholat sunah atau wajib. Amal sholeh yang terpenting untuk mendapat penerang kubur dan selamat dari siksa kubur adalah sholat wajib

2. Mengerjakan sholat Tahajud. “ Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolongku.” Maksud ayat ini adalah harapan agar dapat memasuki alam kubur dengan baik dan keluar darinya ketika hari bangkit dengan kondisi bai pula.

3. Bersodaqoh Jariyah. Misalnya tanah yang diwaqafkan untuk dibangun masjid. Pahala dari sodaqoh jariyah ini akan senantiasa mengalir dan dapat menerangi alam kubur.

4. Mengajarkan Ilmu yang bermanfaat. Sekecil apapun ilmu yang bermanfaat itu diberikan, tetap akan bisa menerangi kubur kita.

5. Mendoakan kedua orang tua dan orang-orang yang beriman. “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua bapak, ibuku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab” (Qs Ibrahim: 41)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: