Hadiah Cinta dari Illahi: Sebuah Naungan Keindahan Surga Part I

Published April 1, 2012 by Azzalia Blog

Allah SWT memberikan hadiah sebuah bentuk balasan cinta kepada hambanya yang juga cinta kepada Robbul Izzati berupa surga. Cinta seorang hamba kepada Al Kholiq, menyertai dalam setiap hembusan nafasnya dengan senantiasa sujud bersimpuh siang malam, hijrah ke jalan yang diridhoi atau meninggalkan perkara yang tiada berfaedah,  amar ma’ruf nahi mungkar, dan beramal sholeh. Cinta yang senantiasa diwujudkan dalam bentuk ketaatan menjalankan semua seruanNya dan meninggalkan segala bentuk laranganNya. Semua wujud kecintaan pada Robbnya  itu termaktub pada fondasi IMAN, ISLAM, dan IKHSAN.

Abu Hurairah berkata: Pada suatu hari, Rasulullah SAW muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki-laki yang bertanya: Wahai Rasululllah, apakah iman itu? Rasulullah SAW menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, pertemuan denganNya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya lagi:

Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah SAW menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dam tidak menyekutukannya dengan apapun, mengerjakan sholat fardhu, menunaikan zakat wajib, dan berpuasa Ramadhan. Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ikhsan itu? Rasulullah SAW menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya. Dan jika engkau tidak melihatnya, maka sesungguhnya Dia melihatmu……Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah SAW bersabda: Panggilah ia kembali! Para sahabat hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah SAW bersabda: Ia adalah Jibril, (HR MUSLIM)

Setiap manusia akan mendapatkan balasan dari amalan-amalan atau perbuatan yang ia lakukan di dunia dan amalan itu bisa jadi penolong baginya atau jadi petaka. Berat timbangan amalan di sebelah kanan, niscahya akan memperoleh hadiah cinta dari Allah SWT berupa surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan mereka kekal di dalamnya. Allah memberikan sebuah janji yaitu sebuah hadiah cinta bagi hamba-hambanya yang beriman lagi taat sebuah naungan tempat tinggal di surga kelak yang luasnya seluas langit dan bumi.

Seandainya membayangkan tempat kembali adalah sebuah tempat yang dibangun oleh Allah dengan bahan bangunan berupa batu bata emas, perak sebening kaca, di dalamnya terdapat sungai yang mengalir susu, madu, arak yang tak memabukkan, kedaraannya berupa unta bersayap yang terbuat dari mutiara, ditemani bidadari yang jelita pastilah kita termasuk orang-orang yang berbahagia. Itulah janji Allah kepada hambanya yang taat.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam surga dan kenikmatan.” (Qs Ath-Thur:17)

Eits orang yang yang bertaqwa di sini bukan asal bertaqwa lho, tapi orang-orang yang juga menerima catatan amal dengan tangan kanan. Nah siapa ya kira-kira yang menerima catatan amal dengan tangan kanan? Yap yap, mereka adalah orang-orang yang banyak mengerjakan amal sholeh sehingga berat timbangan amal kebaikan mereka. Stop, Perlu dingat hadiah cinta dariNya tidak akan pernah diperoleh manakala seseorang itu kafir, murtad, dan musyrik.

Apa saja sih hadiah yang Allah SWT janjikan di sebuah nanguangan keindahan surga sebagai bentuk balasan cinta kepada hambanya?

Bangunan Surga

Allah membangun surga dengan bahan yang terbuat dari batu bata emas dan perak dicampur dengan aroma kesturi yang tiada tara bau harumnya, ditambah kerikil yang terbuat dari mutiara lu’lu dan yaquth serta tanahnya terbuat dari za’faran. Bisa dibayangkan alangkah indahnya mahakaryaNya yang disediakan bagi orang-orang beriman, bertaqwa, mengerjakan amal sholeh, dan menjauhi perbuatan dosa. Siapa yang tidak menginginkan tempat kesudahan seperti itu, hanya orang-orang kafir dan orang musyrik yang tidak menginginjan janji Allah. Allah bersedia membangunkan rumah di surga jika kita mengerjakan sholat 12 rakaat setiap hari dan malam. Sebagaimana hadist Rasullullah

Dari Ummu Habibah berkata: Rasulullah bersabda: “ Barangsiapa yang sholat setiap hari dan malam 12 rakaat, maka dibangunkan untuknya rumah di surga: empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya, dan dua rakaat sebelum al ghadah, yaitu sholat fajar (sebelum subuh).” (Dikeluarkan oleh Tirmizi dan Hakim)

Pintu-Pintu Surga

Pintu surga adalah jalan masuk menuju tempat kembali yang indahnya tidak ada tandaingannya dan pintu ini berjumlah delapan. Jadi memungkinkan bai kita untuk masuk melalui salah satu pintu dari kedelapan pintu yang ada.  Ada hamba Allah yang masuk melalui pintu sholat, pintu jihad, pintu sedekah,  atau pintu shaum.

Sungai-Sungai di Surga

Surga dihiasi oleh sungai-sungai yang indah dan dapat dinikmati atau diminum airnya. Sungai di surga ada beberapa jenis, diantaranya sungai madu, sungai air susu, sungai khmr yang tidak memabukkan, dan sungai air jernih yang tidak pernah berubah rasa.

“ Mata air surga ada yang bernama Salsabila, yang akan diberikan kepada orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah (muqarrabin), sedang para abrar (orang yang berbuat baik), maka Allah member mereka air yang iberi campuran kafur (air digin yang aromanya wangi) dan zanzabil (air hangat yang juga beraroma segar) (QS Al Insan:  5 dan 17)

Dipan, Sofa, Kemah dan Ranjang di Surga

Bisa dijumpai bahwa penghuni-penghuni surga dihiasi dengan gelang emas dan mereka mengenakan pakaian sutera halus, mereka duduk sambil bersadar di atas dipan-dipan yang indah. Kasur surga yang ada di atas dipan-dipan itu adalah kasur yag tebal serta empuk. (Lihat Qs Al Kahfi: 30-31)

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya bagi setiap orang mukmin di surga disiapkan kemah dari suatu mutiara lu’lu yang berrongga. Tingginya enam puluh mil. Di dalamnya terdapapat keluarganya dan orang beriman berjalan mengelilingi mereka. Sebagian mereka tidak bisa melihat sebagaian yang lain.” (HR Bukhari Muslim)

Allah SWT berfirman, “Mereka bertebaran dia atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari bermata jeli.” (Qs Ath-Thur: 20)

 

Makanan dan Minuman di Surga

Rasulullah SAW bersabda, “Penghuni surga akan makan dan minum enak-enak. Mereka tidak mengeluarkan ingus dari hidungnya, tidak buang air besar dan tidak buang air kecil. Makanan mereka berubah menjadi serdawa yang beraroma kesturi” (HR Muslim). Berarti sistem pencernaan manusia di bumi sudah tidak berlaku lagi di tempat nan indah ini. Sungguh ajaib! Bagaimana betapa menakjubkan mahakarya Allah ini. Subhanallah. Jadi ya gak perlu rempong-rempong lagi bolak balik kamar kecil. Ups di surga mana ada ?

Rindu akan janji Allah, sebuah hadiah cinta yang tak tergantikan bagi hambaNya yang taat. Ingin tau caranya, yaa beramal sholeh. Inget ya bukan amal salah, salah-salah nanti bisa nyasar ke jurang kenistaan, neraka. Hiii, Naudubillahimindzalik. Amal Sholeh saja tidak cukup, ketika kita beramal sholeh namun tidak didasari fondasi keimanan pada yang enam maka amalnnya bagai tersapunya debu oleh angin.

Sebuah Renungan Bagi Kita

Ketika bekal amal hanya mampu memberatkan timbangan amal di sebelah kiri, ketika hidup di dunia hanya untuk senda gurau durhaka pada Allah, Rosul, ataupun orangtua, ketika kita bangga dengan dosa-dosa, ketika nurani berbisik hari esok masih ada waktu untuk berbenah padahal ajal ada di ujung pintu, ketika itulah penyesalan akan menghampiri. Memang setiap orang mukmin dijanjikan sebuah hadiah keimanan (baca rukun Iman) berupa surga, namun apabila dosa-dosa masih menyelimuti meraka tentu Allah tidak mengijinkan mereka secara mudah melewati sirath (jembatan menuju surga yang perumpamaan wujudnya seperti  rambut dibelah tujuh). Tahukah kamu semakin banyak berbuat dosa, semakin lama pula waktu ketika menantikan habisnya siksa di neraka padahal sehari berada di neraka setara dengan seribu tahun di dunia.

Iklan

One comment on “Hadiah Cinta dari Illahi: Sebuah Naungan Keindahan Surga Part I

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: