Muhasabah Cinta

All posts in the Muhasabah Cinta category

Hari Gini Belum Berjilbab Tanya Kenapa? Alasan Menunda Menyegerakan Berjilbab

Published April 15, 2012 by Azzalia Blog

Kenapa sih masih belum mau menutup auratmu? Kenapa sih masih berpikir berulang kali? Kenapa sih masih belum siap? Sesungguhnya alasan-alasan yang dikemukakan mengenai sebab muslimah belum berjilbab sangat bermacam-macam. Hati-hati dengan alasan yang membuat kalian berkelit untuk menunda menyegarakan mengenakan jilbab dan menutup aurat secara benar. Bisa jadi itu adalah celah-celah yang menjerumuskan pada lembah kenistaan.

Hati-hati dengan intaian penghuni lembah kenistaan itu, dia akan senantiasa membisikkan agar manusia keluar dari ketentuan Allah SWT. Setiap saat, setiap hari, setiap jam, setiap menit, dan setiap detik merasuki dan menggonda untuk lalai dari pertolongan di hari ketika tiada lagi pertolongan  selain  pertolonganNya. Tentunya pertolongan itu hanya bisa didapat jika kita sebagai hambaNya mengikuti apa yang sudah menjadi ketentuannya.

Jangan sampai nanti menyesal di akhir, ya memang penyesalan selalu datang di akhir. Jangan sampai ketika Anda sudah sampai pada lembah kenistaan itu Anda berkata “Kembalikan Aku ke Dunia, akan ku kenakan pakaian syar’I dan menutup aurat Ku.” Sudah terlambat, penyesalan di akhirat tiada berguna, bahkan ketika nyawa sudah berada di ujung tanduk, penyesalan itu ibarat sebuah gara yang ditaburkan ke laut.

Masih ada yang berkelit, ah Aku belum siap untuk mengenakan jilbab dan menutup aurat secara benar, Sayang kan baju-baju mode-mode ala artis ini nggak dipake, Sayang kan kulit Ku yang mulus ini nggak diliat dan jadi daya tarik kepopuleranku. Nanti saja lah menunggu datangya Azzam. Wah, Azzam kok ditunggu? Ini ni yang membuat kalian dilirik dan jadi sasaran syetan untuk menjadi kawannya di Neraka kelak. Kesempatan yang tidak disegerakan mungkin akan berubah penyesalan ketika ajal Anda sudah di depan mata. Memangnya sudah cukup bekal pergi mempertanggung jawabkan semua perbuatan kalian? Memangnya malaikat Izroil bisa diajak nego? Besok saja ya datangnya malaikat Izroil, Aku belum siap nih.  Kematian itu tiadak bisa ditunda, jika sudah saatnya tentu tiada yang bisa mencegahnya.

Hidup itu memang sebuah pilihan, Namun bukankah sebaiknya kita memilih untuk menyegerakan pada kebahagiaan ketika di akhirat kelak.  Apa jadinya jika pilihan menyegerakan kebaikan ditunda-tunda? Bisa-bisa hanya penyesalan yang kan menemani saat-saat pertemuan dengan Nya, di akhirat kelak. Mengapa masih menunda menyegerakan untuk menutup aurat secara benar? Hayo, pasti ini deh alasannya? Check it now!

1. Masih Belum Mantap, Lain Kali Saja Deh

Ketika ditanya apa hukumnya mengenakan jilbab bagi wanita muslimah rata-rata mereka menjawab wajib. Namun, ketika ditanya kenapa jika hal itu wajib Anti masih belum mengenakannya? Ya karena belum siap, belum mantap, nanti saja kalau sudah insyaf. Anti belum siap karena tidak mau mencoba melakukan persiapan menuju keinsyafan dan kesiapan itu. Sesungguhnya mengenakan jilbab syar’I  dan menutup aurat  itu jika tidak disegerakan, sampai unta masuk ke lubang jarum pun tidak akan pernah tercapai.

Apa peryataan belum siap itu akan berlaku selamanya. Tentu tidak kan? Ada saat-saat ketika Anti harus menyegerakan untuk mengenakannya. Yah, ternyata ada nih yang nyeletuk, “Lho bukannya Allah itu tidak akan membebani seseorang di luar batas kemampuannya? Kalau Saya belum mampu kenapa dipaksa?”  Jawabnya mudah saja itu karena kita sendiri tidak menginginkan perubahan yang mampu menyelamatkan dari siksa dahsyatnya neraka (Nanti baca deh di akhir, tentang bagaimana nasib mu ketika kata penyesalan tiada berguna lagi di akhirat).

Modal utama yang diperlukan adalah mental kesiapa yang tinggi. Berjuanglah untuk mendapatkan kebahagiaan ketika bertemu dengan Robbul Izzati. Milikilah kebahagiaan itu dengan perjuangan mengalahkan bisikan-bisikan hati penunda kesiapan berjilbab dan menutup aurat . Yakinlah Azzam yang kuat akan hadir ketika kita berusaha dan menepis keraguan.

2. Takut Nanti Nggak Dapet Jodoh

Wah kalau ini alesannya, coba deh Tanya sama ustadz-usatad yang sudah berkeluarga. Wah wah alasan ini sungguh dibuat-buat. Sungguh jilbab akan menambah seorang wanita muslimah terlihat berharga. Sungguh tidak benar jika perintah Allah yang termaktub dalam QS An Nur:31 dikambinghitamkan dengan prasangka buruk takut nanti nggak dapet jodoh. Husnudhan lah kepada Allah, coba koreksi lagi apakah sudah benar niat kita. Allah lah yang menggenggam nasib hambaNya. Bila kita taat pada Allah SWT, akankah Allah membalas dengan menelantarkan tanpa jodoh? Sungguh tidak, Allah tidak akan menyita kebahagiaan HambaNya yang senantiasa taat pada semua yang diperintahkanNya. Jemputlah kebahagiaan fii dunya wal akhiroh.

3. Belum cukup Umur

Nah ini juga alasan yang sesat, Umumnya mereka yang memiliki pandangan seperti ini justru mereka adalah wanita-wanita muslimah yang sudah baligh. Ada pula dalih, wah masa-masa muda tuh belum saatnya memakai jilbab, nanti saja kalau suadah cukup umur. Dalih ini seolah menunjukkan kalau umur seseorang pasti panjang. Siapa yang akan menjamin umur seseorang akan panjang? Mengapa tidak saat ini saja, selagi masih muda, selagi masih memiliki kesempatan untuk berubah menjadi hambaNya yang akan mendapat kebahagiaan fii dunya wal akhiroh? Allah sungguh sangat menyukai hambaNya yang menyegerakan untuk bertaubat dan menjemput ridhoNya. Selagi sempat lho ya.

Semestiya membiasakan untuk berjilbab harus dimulai sedari usia kanak-kanak, memiasakan mereka mengenakan jilbab dan baju yang menutup aurat akan melatih mereka untuk menjaga kehormatannya. Saat ini belum ada kata terlambat kok, segeralah berbenah untuk menggapai kebahagiaan yang hakiki di akhirat kelak.

4. Tempat Bekerja Melarang

Ini juga alasan yang sebetulnya bisa jadi justru akan menjerumuskan pada kesesatan. Ada suatu kisah seorang wanita muslimah yang rela melepaskan jilbabnya hanya demi bekerja di salah satu perusahaan. Ya di tempat ia bekerja ternyata tidak memperbolehkan dirinya mengenakan jilbab. Alhasil ia pun menuruti peraturan tersebut dan setelah beberapa lama ia bekerja di tempat itu, ternyata kondisi yang ia rasakan semakin membuatnya tidak nyaman. Baru beberapa minggu ia bekerja di tempat itu, ketidaknyamanan sudah menyelimuti.

Inggatlah dunia ini memang penuh godaan, godaan akan kekayaan, uang, kedudukan atau jabatan semua bisa membutakan. Memang keimanan begitu mahal untuk dijual dan ditukarkan dengan gaji kantor yang tidak seberapa. Rizki Allah seluas-luas nya lautan dan sudah ada takarannya masing-masing. Tak semestinya kita berputus asa akan rizki yang sudah menjadi ketetapanNya. Yang perlu dilakukan hanya beriktiar dan menjemputnya tanpa menanggalkan perintahNya.

Bekali diri anti dengan kealhian, tetap berusaha dan pantang menyerah, pasti Allah memberikan jalan bagi hambaNya yang taat.

5. Tidak Tahan Dengan Cuaca Panas

Cuaca panas di dunia tidak ada apa-apanya jika disbanding dengan hawa panas di neraka tempat kembali orang-orang yang enggan mentaati Allah dan RasulNya. Ketika keikhlasan mengenakan jilbab sudah menghiasi, tiada peduli lagi dengan cuaca panas yang menyengat. “Katakanlah, api neraka Jahanam itu lebih sangat panas nya, jikalau mereka mengetahui.” (At- Taubah: 81)

Berada di cuaca yang panas akan menyejukkan ketika mengenakan baju yang tipis, namun apakah pilihan itu akan kita pilih dan mendapatkan murka Allah? Akankah kita akan meninggalkan perintah berjilbab seperti yang telah Allah perintahkan kepada wanita muslimah dala Qs An Nur ? Jika kita yang punya akal sehat tentu tidak akan memilih murka Allah. Ya, surga itu adalah pilihan dengan segala hal yang diliputi kesusahan dan dibenci nafsu, sebaliknya neraka itu adalah pilihan dengan segala yang disenangi nafsu.

6. Takut Tidak Istiqomah

Ada nih yang masih berulang berpikir dan enggan untuk menutup aurat dengan berjilbab. Mereka bilang, ah takut nggak bisa istiqomah nanti, takut nanti Aku melepasnya lagi. Inilah mental yang sudah kalah sebelum berjuang. Jangan pernah takut dengan bayang-bayang dan jadilah sebagai pemenang. Kuncinya adalah pada kesungguhan, niat dan keyakinan, maka tidak akan ada rasa kekhawatiran.

7. Belum Mendapat Hidayah

Hidayah nggak akan datang kalau tidak mencarinya. Jika sudah memiliki keinginan untuk berubah dan menutup aurat dengan jilbab, Anti pun harus berusaha mewujudkan keinginan itu. Bagaiman hidayah itu akan didapat jika kita selalu berdalih karena belum ada hidayah yang datang.

8. Pandangan Sesat “Ini Keindahan, Harus Disyukuri”

Mereka yang mengatakan bahwa aurat tidak perlu ditutup dan memilih untuk memamerkannya dengan dalih rasa syukur, sungguh mereka telah bermaksiat. Bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah bukan dengan mempertontonkan aurat. Jika ingin bersyukur kepada Allah , maka perlihatka rasa syukur itu dengan taat kepadaNya.

“Dan Katakanlah Kepada Para Perempuan Yang Beriman, Agar Mereka Menjaga Pandangannya, Dan Memelihara Kemaluannya, Dan Janganlah Menampakkan Perhiasannya (Auratnya), Kecuali Yang (Bisasa) Terlihat. Dan Hendaklah Mereka Menutupkan Kain Kerudung Ke Dadanya, Dan Janganlah Menampakkan Perhiasannya (Auratnya).” (An-Nur:31)

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat
Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah.
Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw menangis. Beliau menjawab,
“Pada malam aku di-isra’- kan , aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.
Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. “Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.
Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka
disiksa seperti itu?
Rasulullah menjawab, “Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

Renungan Bagi Kita

Duhai wanita muslimah dambaan surga jilbabilah hatimu, jilbabilah auratmu, tetapkanlah kemantapan hati untuk beristiqomah mengenakan jilbab dan menutup aurat dengan sempurna. Tentu kita tidak ingin menjadi penghuni neraka karena kelalaian, ketidakpedulian akan perintah Allah. Selagi masih diberi sisa usia, jemputlah kebahagiaan fii dunya wal akhiroh mu, usia mu tiada yang pernah tahu hingga kapan masanya berpulang pada pemilik jiwa ini, Allah Sang Khaliq. Jangan sampai ada kata penyesalan yang sudah tiada bergua lagi ketika nyawa berada di ujung tanduk.

 

Aku Ingin Mencintai-Mu Setulusnya

Published April 8, 2012 by Azzalia Blog

 

Tuhan betapa aku malu atas semua yang kau beri
Padahal diriku terlalu sering membuatMu kecewa
Entah mungkin karena ku terlena sementara Engkau beri
Aku kesempatan berulangkali agar aku kembali

Dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghambakanMu
Betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMu

Aku ingin mencintaiMu setulusnya
Sebenar-benar aku cinta
Dalam doa dalam ucapan dalam setiap langkahku
Aku ingin mendekatiMu selamanya sehina apapun diriku
Kuberharap untuk bertemu denganMu yaa Rabbi

(Lyric lagu Edcoustic, Judul: Aku Ingin Mencintai-Mu Setulusnya)

Perasaan cinta kan terasa indah manakala cinta itu kan berbalas dan satu-satunya cinta yang pasti kan dibalas adalah cinta Allah Robbul Izzati kepada hambaNya. Cinta kepadaNya sesunguhya terasa manis, terasa lezat, terasa menyenangkan dan akan membawa kebahagiaan pada setiap insan. Sesungguhya cinta itu akan membawa pada jalan menuju kebahagiaan hakiki, sebuah kebahagiaan sebagai wujud balasan cinta kepada hambaNya.

Sesungguhnya, diri ini merasa malu, merasa hina, apakah pantas diri ini mendapat balasan cintaNya? Betapa malunya ketika inggat diri ini terlalu sering melupakanMu, membuatMu kecewa, membuatMu murka. Ya Robb ul Izzati, sungguh hamba ingin hapus rasa kecewaMu, ingin ku hapus kemurkaanMu. Ku ingin kembali mencintaiMu dengan segenap hati ini, segenap perasaan tunduk yang sebenar-benarnya.

Engkau telah banyak memberikan jalan agar ku kembali, kembali pada fitrahku untuk menghambakanMu setulusnya. Kau tunjukkan jalanMu dengan cara yang indah, caraMu yang sangat mempesona, membuat hamba ingin selalu bersyukur atas hidayahMu, cintaMu yang begitu besar pada hambaMu yang hina ini.

Beberapa hari yang lalu di bunga tidurku, kudapati diri ini berada di sebuah tempat yang asing. Sebuah tempat dimana terdapat banyak jasad-jasad terkubur, tempat yang kan berbicara di sinilah jasadmu kan berada dan ruhmu akan berada di alam barzah. Dalam hati ku berbicara “mengapa tiba-tiba berada di tempat seperti ini?” Di tempat itu, ada salah seorang ibu-ibu yang mengajakku bercakap dan percakapan itu seolah membuatku melambungkan angan-angan untuk segera bertemu Sang Jodoh dunia akhirat. Ibu itu menanyakan seperti apa kriteria calon suami yang kuinginkan. Ada perasaan dalam hati mungkinkah kerabat ibu ini atau justu puteranya akan menjemputku menegakkan separuh DienNya.

Sembari berjalan menyusuri tempat jasad-jasad kubur itu kami melangkah setapak demi setapak. Pikiranku bermacam-macam mungkinkah di tempat ini ku kan dipertemukan dengan seseorang, entah siapa dia, pertanyaan dalam hati terus mucul silih berganti. Hingga sampai di sebuah ujung perkuburan itu, diriku terperanjat ada sebuah lubang berbentuk persegi panjang yang kira-kira cukup untuk ukuran tubuhku. Tak disangka, tiba-tiba ada yang menyeruku untuk masuk dan tidur di dalam lubang itu, di sebelahnya sudah ada bapak-bapak penggali yang siap menutup lubang itu dengan tanah. Lagi-lagi diri ini bertanya apa bau ku busuk, terigat akan hadist tentang kondisi kematian calon penghuni surga atau neraka.

Di tempat yang berbeda, tiba-tiba aku dibawa melesat dalam dimensi waktu dan ruang yang bereda, tempat yang juga tidak aku kenal, di tempat itulah ternyata aku akan dimandikan. Sudah ada ibu dan adikku yang siap memandikanku. Sempat aku berpesan kepada ibuku. “Bu doakan agar aku tidak mendapat siksa kubur ya.”

Selanjutnya bunga tidur itu tamat hingga aku akhirnya terbangun dan perlahan meneteskan air mata. Ku tak mengerti apa arti bunga tidur ini, apakah aku akan kembali ke tempat yang hina atau apakah aku akan menangis ketika penyelamat amalku tidak mampu menolongku. Entahlah, diri ini hanya bisa berharap kan kembali kepadaNya dengan perasaan bahagia.

Seandainya Allah menghendaki waktu hidup ku di dunia telah habis, aku hanya bisa berharap bisa bertemu dengan Mu ya Robi, bertemu denganMu dengan perasaan bahagia dan penuh keikhlasan. Dan seandainya Allah belum menghendaki waktu hidupku di dunia belum habis, ingin rasanya ku mencintaiMu setulusnya, sesungguhnya dan sebenar-benar cinta. Ya Robbi izinkan ku kembali mencintaimu dengan cinta yang penuh keikhlasan, cinta yang tulus dan ikhlas.

 

 

 

 

Pilih Mana Patah Hati Di Akhirat Atau Patah Hati Ketika Di Dunia?

Published April 6, 2012 by Azzalia Blog

Image

Dia, Sosok yang menawan sesosok berwajah bersinar karena setiap hari rajin bersihin wajah sehingga nggak kusem githu lho. Kalau kata Afgan sih “wajahmu mengalihkan duniaku”, “dia dia dia dia yang kutunggu-tunggu”. Memang sih siapa yang nggak mau, siapa yang menolak jika memandang wajah yang senantiasa bersinar bak bintang kejora di langit. Punya wajah bersinar yang menjadi pelita saat tiada penerang kala malam gulita, hmmm tentu menarik kan? You are beautiful, beautiful atau You are so handsome so handsome. Ah, begitu menyenangkan memilikinya. Who want to be a milionare? Eeetttt, salah salah maksudnya who want to be a beautiful or handsome?

Pagi itu dia pemilik wajah nan ayu jelita dengan bersinar-sinar kulit cerahnya berjalan di sebuah tempat yang penuh orang berbelanja atau sekedar hang out, cuci mata (mata kok dicuci??). Dirinya terlihat catik memang (apa cantik lahiriah aja, hatinya cantik nggak?) “Who knows, kalau mau tahu ya baca terus donk sampe akhir ya”!! Hehehe.. Dia berjalan di tempat dan waktu yang ternyata berahaya karena berjalan di atas timeline 26 Desember 2004 “Memangnya ada apa?”, ya waktu itu di tanggal 26 Desember 2004 di Nangroe Aceh Darussalam terjadi gempa bumi dan tsunami yang meluluhlantakkan sebagian besar Aceh.

Sejenak lupakan dulu ya pemilik wajah ayu itu. Sekarang Lanjut ke timeline pada tanggal 29 Desemer 2004 (Ceritanya beda person nie) Mbak Cici Tegal berserta rekannya menyusuri jalan-jalan di Aceh pasca Tsunami. Jalan-jalan itu masih penuh mayat-mayat yang membujur kaku akibat sapuan air laut yang terpicu gempa bumi berkekuatan 8,9 skala richter di Aceh pada waktu itu.

Diantara mayat-mayat itu, ada mayat wanita cantik namun ternyata sudah tanpa busana dan ternyata mayat wanita itu adalah sosok cantik yang sedang berjalan-jalan di Mall (Itu lho wanita cantik yang kita bicarakan di atas).

“Dalam pikiran saya wanita ini pasti orang kaya, pasti tubuhnya terawat, pasti dia sering ke salon, mayat ini dekat Mall, pasti dia lagi jalan-jalan.” Kata Mbak Cici Tegal. Mbak Cici juga menuturkan bahwa yang membuat dirinya terketuk adalah pasti wanita itu nggak nyangka ajalnya di situ dan dirinya pun berpikir siapa pun bisa seperti itu.

Boleh saja mengidam-idamkan wajah yang cantik nan berseri, namun itu bisa kok diperoleh ketika kita punya triknya. Dengan catatan, bukan dengan mentransfer uang ke salon untuk perawatan lho. Ada cara jitu yang dijamin mempercantik akhlaq dan membuat wajah bersinar ketika hari tidak ada yang mampu menyelamatkan kecuali……. kita (coba tebak apa isi titik-titik tadi).

Lain cerita, di tengah hiruk-pikuk kesibukan dunia, seorang hamba Allah dengan mata hatinya berjalan setiap pagi buta ke sebuah mushola untuk berjamaah. Ia tidak bisa melihat memang, namun ia punya naluri untuk melihat dan sukses sampai ke mushola itu. Wajah hamba Allah itu memang tidak sebagus akhlaqnya. Walaupun akhlaqnya luhur dan mulia, sayang dia seringkali mendapat perlakuan buruk dari orang-orang yang tiada tahu mengerti betapa sakitnya diperlakukan secara tidak manusiawi. Ia kerap menjadi ajang ledekan, cemoohan, lemparan kekesalan tetangganya. Dirinya diangggap oleh warga sekitar sebagai pembawa malapetaka di kampunya. Ah, nekat sekali orang-orang ini padahalkan Allah SWT lah penentu nasib baik atau buruk yang menimpa hambaNya.

Singkat cerita, hamba Allah itu tiba-tiba merasa tak enak badan, semakin lama semakin merasa kepayahan akibat sakitnya dan selang beberapa saat dirinya menjumpai malaikat Izroil untuk menjemputnya. Walaupun dirinya tidak memiliki paras yang bagus, namun akhlaqnya, amal sholehnya, amal ibadahnya mampu mengantarkannya ke tempat yang di dalamnya ada naungan keindahan surga yang Allah janjikan. Semasa hidupnya ternyata ia adalah orang yang paling banyak bermanfaat, ia adalah seorang yang menyingkirkan paku-paku di jalanan, ia adalah seorang yang memanggil tentang seruan Hayaalafala, ia adalah seorang yang tiada pernah lupa bersyukur,  ia adalah orang yang tiada pernah meninggalkan amalan penyelamat di hari ketika tiada penyelamat kecuali amal sholehnya. Ada dua malaikat yang membawa kain kafan dan minyak harum dari surga untuk hamba Allah itu.  Sebelum meninggal dia sempat mencium bau harum surga. Subhanallah.

Memang wajah yang tak sebagus akhlaq, amal sholehnya itu bukan jaminan untuk masa depan yang cerah di akhirat kelak, namun ternyata hamba Allah itu berusaha membaguskan rupa-nya dengan air wudhu yang disertai sholat wajib dan sunah. Amal sholeh pun tiada pernah tertinggal, selalu mengiringi dalam setiap hembusan nafasnya. Buat apa membaguskan rupa dengan mentransfer uang ke tempat yang tidak diridhoiNya, salah-salah berujung patah hati ketika di akhirat. Ya patah hati karena kita tidak membaguskan rupa dengan amal sholeh, eeeeh malah amal shalah. No No No Ya!!!

Bagi yang rindu akan surgaNya ini ada resep jitu untuk membaguskan rupa ketika di akhirat kelak.

Nggak perlu mahal-mahal beli produk pemutih wajah, cukup menjaga wudhu dan tutuplah auratmu. Inget ya engkau lebih cantik dengan jilbab dan iringi pula dengan akhlaqul kharimah. Hayo, menutup aurat ngga cuma asal nutup ya. Mau kan terlihat cantik dan nggak patah hati ketika di akhirat kelak, ya nggak mau donk patah hati karena mendapat tiket VIV ke neraka. Makanya ikutin yang ini ya.

Buat yang akhwat, Yang Ikhwan nanti ya, Lady first soalnya:

1. Menutup aurat dengan melindungi seluruh tubuh selain yang dikecualikan. Jadi inget ada ni sebutan jilbab kecil itu ikhwit, jilbab kecil banget itu uikhwit. Jangan tersungging ya bagi yang masih pake jilbab adeknya, bukan maksud meninggung tapi hendak mengatakan kalau Kau pun Semakin Mempesona dengan Jilbabmu yang Lebar. Tanya Kenapa?

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).

2.  Bukan Tabarruj, maksudnye bukan menghias diri, biarkan kecantikanmu itu memancar dengan dandanan iman.

3. Kainnya tebal, tidak tipis dan tidak transparan. Sesungguhnya mereka yang berpakaian tipis lagi transparan itu adalah berpakaian namun hakikatnya telanjang. Hadist Rasulullah: “Akan muncul di akhir umatku, wanita-wanita yang berpakaian namun pada hakikatnya bertelanjang. Di atas mereka terdapat sesuatu penaka punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga, dan tidak juga akan mencium bau surga. Padahal bau surga itu dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.” (HR Muslim).

4.  Kainnya longgar, tidak sempit dan tidak jatuh.

5. Tidak menyerupai pakaian laki-laki. “Rasulullah melaknat laki-laki yang memakai pakaian perempuan, dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Al Hakim, dan Ibnu Majah)

“ Bukan golongan kami, wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita.” (HR Ahmad dan Ath Thabrani)

6. Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir. Seperti apa ya pakaian-pakaian yang menyerupai orang-orang kafir? Ya berjilbab jangan serupa dengan tudung yang masih kelihatan auratnya, jangan pakai celana jeans, karena selain menyerupai pakaian laki-laki dan menyerupai pakaian orang kufur itu juga memperlihatkan bentuk.

7. Tidak diberi wewangian atau parfum. “Siapa pun wanita yang memakai wewangian lalu melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka dia adalah pezina.”

Buat yang Ikhwan gimana?

1. Tutup juga auratmu dan lengkapi dengan akhlaqul karimah

2. Ngga usah pake perhiasan akhwat donk, ngga perlu pake anting, gelang, dan kalung. Remember this Hadist Rasulullah: “ Bukan golongan kami, wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita.” (HR Ahmad dan Ath Thabrani)

3. Jangan mentato bagain atau seluruh tubuh. Ibnu Hajar rahimahullahu mengatakan: “Membuat tato haram berdasarkan ada laknat dlm hadits pada bab ini mk wajib menghilangkan jika memungkinkan walaupun dgn melukainya. Kecuali jika takut binasa sesuatu atau kehilangan manfaat dari anggota badan maka boleh membiarkan dan cukup dengan bertaubat untuk menggugurkan dosa. Dan hal ini berlaku sama saja bagi laki-laki dan wanita.”

Renungan bagi kita

Ketika diri ini sibuk mempercantik dan memperbagus wajah, ketika alat-alat kapitalis mencoba merusak anugerahNya, ketika mesin-mesin modern bersama dokter-dokter bedah mengubah penciptaanNya, ketika itulah rasa syukur luntur, ketika di dunia hanya berhias rupa, tanpa berhias akhlaq, ketika itulah patah hati di akhirat kan manyapa. Ketika alkhaqul karimah mendandani wajah di akhirat, ketika air wudhu bersama sholat menjadi penyempurna kecantikan, ketika wajah di akhirat berubah cerah, ketika itulah senyum kebahagiaan menyimpul.

Tiada guna merubah ciptaan Allah yang sudah dianugerahkan kepada kita, Allah hanya ingin hamba-hambanya berusaha memperbagus wajahnya di akhirat dengan amal ibadah dan amal sholeh di dunia. Jangan sampai wajah-wajah di akhirat menjadi buruk padahal ketika di dunia kita punya wajah yang sempurna (Also Read Artikel Wajahmu Mengalihkan Dunia Ku: 1000 Wajah Ketika di Akhirat)

Let’s berbenah diri (buat muslimah yang mendamba surga baca juga artikel Hari Gini Masih Belum Berjilbab, Tanya Kenapa?)

Maukah Kutunjukkan Sebab Yang Mengantarkanmu ke Surga?

Published April 4, 2012 by Azzalia Blog

Sebuah tempat kembali nan kekal menanti di ujung pintu, di balik tabir itu terdapat segala janji-janji Allah. Sebuah janji wujud cintaNYa pada hamba-hamba yang senantiasa lurus, tiada pernah ingkar lagi membangkang akan seruanNya. Sesungguhnya hadiah cinta dari Robbul Izzati bagi hambaNya yang tiada pernah membangkang adalah naungan surga dengan segala macam hidangan istimewa, pakaian keindahan nan mempesona, wajah yang berseri, istana nan megah, pasangan-pasangan yang anggun, dan segala bentuk keindahan yang tek ternilai.

Siapa kah yang pertama kali akan memasuki surga? Yang akan memasuki surga adalah Rasulullah SAW. Sementara kelompok pertama yang kemudian akan memasuki surga tanpa hisab adalah berjumlah 70.000 orang. Mereka bergandengan tangan hingga memasuki surga.

Rasulullah SAW bersabda “Ditampakkan beberapa umat kepadaku, maka ada seorang nabi atau dua orang nabi yang berjalan dengan diikuti oleh antara 3-9 orang. Ada pula seorang nabi yang tidak punya pengikut seorangpun, sampai ditampakkan kepadaku sejumlah besar. Aku pun bertanya apakah ini? Apakah ini ummatku? Maka ada yang menjawab: ‘Ini adalah Musa dan kaumnya,’ lalu dikatakan, ‘Perhatikanlah ke ufuk.’ Maka tiba-tiba ada sejumlah besar manusia memenuhi ufuk kemudian dikatakan kepadaku, ‘Lihatlah ke sana dan ke sana di ufuk langit.’ Maka tiba-tiba ada sejumlah orang telah memenuhi ufuk. Ada yang berkata, ‘Inilah ummatmu, di antara mereka akan ada yang akan masuk surga tanpa hisab sejumlah 70.000 orang. Kemudian Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam masuk tanpa menjelaskan hal itu kepada para shahabat. Maka para shahabat pun membicarakan tentang 70.000 orang itu. Mereka berkata, ‘Kita orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti rasul-Nya maka kitalah mereka itu atau anak-anak kita yang dilahirkan dalam Islam, sedangkan kita dilahirkan di masa jahiliyah.’ Maka sampailah hal itu kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, lalu beliau keluar dan berkata, ‘mereka adalah orang yang tidak minta diruqyah, tidak meramal nasib, dan hanya kepada Allahlah mereka bertawakkal.” [HR. Bukhari 8270]

Rasululllah juga bersabda: “…adapun tiga orang yang pertama kali masuk surga adalah syahid, seorang hamba yang tidak disibukkan oleh dunia, dan taat kepada Rabbnya dan orang fakir yang memiliki tanggungan  namun ia menjaga diri dari meminta-minta” (HR Ahmad)

Tahukah kamu bahwa ternyata ummat nabi Muhammad memiliki kesempatan masu surga paling banyak disbanding ummat terdahulu. Ini seperti dijelaskan dala hadist, Rasulullah SAW bersabda: “…, Ahli surga 120 shaf, 80 shaf di antaranya dari ummatku, dan 40 shaf lagi dari ummat lainnya.” (HR. Tirmidzi 3469)

Sementara orang yang terakhir memasuki surga adalah hamba Allah yang melintasi sirath, terkadang jalan, terkadang merangkak, terkadang hampir terjatuh dan hangus terlalap api neraka. Allah memerintahkannya masuk surga, namun ia melihat seakan surga telah penuh sesak. Allah SWT berkata kepadanya bahwa ia akan diberi kenikmatan sepuluh kali dunia dan isinya. Itulah derajat penghuni surga yang paling rendah tingkatannya (HR Muslim)

Memperoleh hadiah terindah dari Ilahi tentu memiliki sebab, sebab yang menghantarkan hamba-hambaNya menuju kebahagiaan yang hakiki. Sebab-sebab yang menghantarkan masuk ke naungan kebahagiaan hakiki di dalam surga diantaranya adalah:

1. Iman kepada Allah semata dan tidak ada sekutu bagiNYa. Mukmin yang hanya beriman hanya kepada Allah adalah seorang mukmin yang meyakini bahwa Allah hanya satu-satunya yang patut disembah. Iman ini menjadi fondasi diterimanya amalan-amalan sholehnya selama di dunia. “Sesungguhnya Aku ini Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku.” (Qs Thaha:14)

2. Amal Sholeh. Amal sholeh menjadi sebab kedua yang menghantarkan seseorang menuju surgaNya. Tanpa amal sholeh, tidak ada yang bisa menggapai janji balasan cintaNya berupa tempat kesudahan yang di dalamnya terdapat bidadari-bidadari bermata jeli.

“Dan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (Qa Al Baqarah: 82)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya.” (Qs Yuus: 9)

Ayat-ayat yang menerangkan tentang keutamaan amal sholeh yang diiringi iman memiliki tiang yang disebut dinul Islam dan dinul Islam itu memiliki bangunan yang dinamakan rukun Islam. “Islam dibangun di atas lima perkara: 1) persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, 2) mendirikan sholat, 3) menunaikan zakat, 4) puasa, 5) menunaikan haji bagi yang mampu.”

3. Takwa dan Takut (khauf) kepada Allah. Setiap perbuatan yang akan menggelincirkan pada jurang kenistaan akan dihindari karena takut akan azab pedih, azab yang memilukan dan sangat keras siksanya. Dasar ketakwaan dan kekhaufan kepada Allah akan menjadikan hama-hambaNya untuk bertindak sesuai perintahNya dan balasannya berupa kebaikan di akhirat kelak.

“ Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: ‘Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ‘(Allah telah menurunkan) kebaikan.’ Orang-orang yang berbuatbaik di dunia ini mendapatkan (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhiratlah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.” (Qs An Nahl: 30)

4. Hijrah dan berjuang di jalan Allah (jihad). Hijrah artinya berpindah, dapat diartikan berpindah dari negrinya untuk berjuang di jalan Allah. Bisa juga diartikan meninggalkan perbuatan-perbuatan khilaf. Berjihad di jalan Allah bisa juga diartikan melawan musuh-musuh Allah, namun di zaman yang modern ini jiha bisa dilakukan dengan menuntut ilmu (jihadnya seorang murid), berbakti pada orang tua (jihadnya seorang anak), berperilaku adil pada rakyatnya (jihadnya seorang pemimpin), atau dengan berdakwah/beramar ma’ruf nahi munkar.

5. Taat kepada Allah dan RasulNya. Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasulnya berarti ia diberi kesempatan untuk tinggal di surgaNya kelak. Taat disini memiliki arti bahwa hambanya senatiasa menjalankan perintah, larangan, ketentuan atau hukum-hukum Allah.

6. Makrifatul Haq. Makrifatul Hak artinya adalah mengetahui kebenaran. Mengetahui kebenaran tentang Al Qur’an.

7. Shidiq dan Shidiqin. Kejujuran akan berbuah kebaikan dan kebaikan akan berbuah keridhaan Allah untuk memperoleh balasannya.

8. Sabar. Sabar yang ada dalam diri seorang mukmin adalah quwwatun ihtimal (kekuatan menahan beban). Bebannya bukan beban barbel atau beban lain, bebannya berupa ujian ketaatan dan keimanan dari Allah SWT. Ali bin Abi Thabib membagi sabar menjadi tiga bagian: pertama sabar ketika mendapat musibah sehingga tidak marah, kedua sabar dalam ketaatan sehingga melaksanakannya, dan ketiga sabar terhadap kemaksiatan sehingga tidak terjerumus kedalamnya.

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhoan Tuhannya, mendirikan sholat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi-sembunyi, terang-terangan, serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan yang baik.” (Qs Ar Ra’d: 22)

9. Taubat. Bertaubat memiliki maksud untuk memperoleh ampuan Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan lafadz permohonan ampun dari Allah akan dosa-dosa hambaNya berupa lafadz “astaghfirullahhal azhim” yang artinya hamba mohon ampun kepada Allah yang Mahaagung. Lafadz ini mengandung tiga penegasan: pertama Saya bertaubat kepadaMu ya Allah dan Saya sangat mengharap rahmatmu, kedua Saya menyesal atas perbuatan dosa di masa lalu, ketiga Saya berjanji kepadaMu tidak berbuat maksiat lagi selamanya. Hendaklah seorang hamba Allah bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubatan nasuha).

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuha (taubat yang semurni-murinya. Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukanmu ke dalam surge yang mengalir di bawahnya sungau-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia.” (Qs At Tahrim: 8)

10. Berbakti kepada kedua orang tua. Keduanya bisa menjadi duri bagimu atau bunga bagimu. Manakala durhaka kepada keduanya maka duri-duri itu akan mengantarkanmu ke jurang kenistaan neraka, sebuah tempat kembali yang buruk.

“Dan Tuhanmy telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”(Qs Al Isra: 23)

11. Dzikrullah. Dzikrullah merupakan jalan bagi orang-orang yang berjalan menuju titian keselamatan, wujud kepasrahanbagi orang-orang yang bersujud, kapal bagi orang-orang yang akan tenggelam, dan kedekatan pada Allah SWT.

Sebab-sebab yang mengantarkanmu menuju surga itu berjalan beriringan bersama-sama, tidak saling meninggalkan dan melupakan, sebab-sebab itu tiada salah satunya terpisah-pisah. Jika salah satunya hilang maka tiada sempurna jalan menuju kebahagiaan hakiki.

Tahajud Cinta: Semanis Kurma, Semujarab Madu

Published April 2, 2012 by Azzalia Blog

 Ketika ratusan, ribuan bahkan jutaan mata terlelap di malam nan syahdu seorang yang merindu Cinta dari pemilik langit dan bumi, bersujud dengan keikhlasan hamparan sajadah panjang basah dengan air mata. Hampir setiap sepertiga malam terjaga dari bunga tidur, pasrah dalam keheningan dan kesunyian malam mengharap cinta dari pemilik segala keagungan (Al Mutakabir). Sosok hamba Allah ini berusaha hadir di malam-malam sunyi, memulai tahajud cintanya dengan takbir memuji keagungan Robbul Izzati. Rakaat demi rakaat hingga kenikmatan tahajud pun menyelimutinya.

Keikhlasan dalam hati membuat tahajud bagai hidangan terlezat di bumi. Manisnya iman semanis buah kurma ia rasakan ketika tunduk dalam sujud di setiap tahajud-tahajudnya. Kelezatan bertahajud seolah bagaikan menyantap manisnya kurma saat berbuka, bagaimana tidak ini hanya bisa dirasakan bagi orang-orang yang Ikhlas beribadah dan merasakan kedekatan pada Illahi.

Ketika Allah memberikan ujian keimanan, tahajud menjadi obat semujarab madu. Madu-madu dapat menyembuhkan penyakit, seperti diterangka pada Qs An-Nahl: 69 dan hadist riwayat Ibnu Majah.

“Kemudian makanlah daripada setiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan. Daripada perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan.” (Qs An-Nahl:69)

Rasulullah bersabda: “Ambillah dan pergunakan olehmu sekalian akan dua obat yaitu madu dan Al Qur’an.” (Ibnu Majah)

Keutamaan Sholat Tahajud

Saat matahari terbenam, Kelenjar Pineal mulai bekerja dan menghasilkan Hormon Melatonin dalam jumlah besar. Puncaknya terjadi pada pukul 02.00 – 03.00 dini hari dan ini adalah waktu terbaik Sholat Tahajjud, di sepertiga malam yang terakhir. Sholat Tahajjud dapat menstabilkan Hormon Melatonin, sehingga bermanfaat untuk :

Membantu terbentuknya Sistem Kekebalan Tubuh, Membatasi pemicu-pemicu Tumor seperti Estrogen,  Menghasilkan turunan Asam Amino Trytophan, Mengurangi Stres dan Mencegah kebekuan lemak tubuh. Menurut Drs. KH. Ibnu Hajar dalam bukunya “Kiat Sehat Alami Tanpa Obat” tahajud akan mengaktifkan system pemanas tubuh yang akan menghentikan pembekuan lemak.

Keutamaan lain Sholat Tahajud

Tahajud merupakan amal yang paling utama, ia lebih utama daripada shalat sunnah di siang hari; karena di waktu sepi lebih ikhlas kepada Allah, dan karena beratnya meninggalkan tidur, dan kelezatan bermunajat kepada Allah azza wajalla, dan di pertengahan malam lebih utama serta lebih makbul ketika melantunkan doa.

1- Allah berfirman: “ Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (QS. Al-Muzammil: 6)

2- Dari Amr bin Anbasah bahwasanya nabi berkata: sesungguhnya Allah paling dekat kepada hambanya adalah di tengah malam terakhir, kalau engkau bisa menjadi orang yang berdzikir kepda Allah pada waktu itu maka lakukanlah, karena shalat pada waktu itu dihadiri dan disaksikan hingga terbit matahari… (HR. Tirmidzi dan Nasa’i) (2).

3- Nabi ditanya: shalat apa yg paling utama selain yang wajib? Beliau berkata: shalat yang paling utama selain shalat wajib adalah shalat di tengah malam. (HR. Muslim).

4- Dari Abu Hurairah bahwasanya rasulullah bersabda: setiap malam tuhan kita turun ke langit dunia pada waktu sepertiga malam terakhir, Allah berkata: siapa yang berdoa kepadaku maka akan aku kabulkan, siapa yang meminta kepadaku akan aku berikan, siapa yg mohon ampun padaku maka aku akan memberi ampunan kepadanya. (Muttafaq alaih). Seorang Muslim seharusnya berusaha bangun malam dan tidak meninggalkannya; karena nabi saw melakukan sholat tahajud hingga kakinya pecah-pecah. Aisyah berkata kepada beliau: mengapa engkau lakukan ini wahai rasulullah, padahal Allah telah mengampunimu dosamu yg telah lalu dan yg akan dating? Nabi berkata: tidakkah aku suka menjadi hamba yang bersyukur? (Muttafaq alaih).

Tahajud cinta laksana pelita di kala lara, laksana madu mujarab penawar racun, laksana syifa yang mengobati penyakit, laksana pengikis luka yang tersayat sembilu, Tahajud cinta laksana terapi penyejuk jiwa, ketika keikhlasan menyertainya ku rasakan manisnya Iman semanis kurma dan semujarab madu.

Hadiah Cinta dari Illahi: Sebuah Naungan Keindahan Surga Part I

Published April 1, 2012 by Azzalia Blog

Allah SWT memberikan hadiah sebuah bentuk balasan cinta kepada hambanya yang juga cinta kepada Robbul Izzati berupa surga. Cinta seorang hamba kepada Al Kholiq, menyertai dalam setiap hembusan nafasnya dengan senantiasa sujud bersimpuh siang malam, hijrah ke jalan yang diridhoi atau meninggalkan perkara yang tiada berfaedah,  amar ma’ruf nahi mungkar, dan beramal sholeh. Cinta yang senantiasa diwujudkan dalam bentuk ketaatan menjalankan semua seruanNya dan meninggalkan segala bentuk laranganNya. Semua wujud kecintaan pada Robbnya  itu termaktub pada fondasi IMAN, ISLAM, dan IKHSAN.

Abu Hurairah berkata: Pada suatu hari, Rasulullah SAW muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki-laki yang bertanya: Wahai Rasululllah, apakah iman itu? Rasulullah SAW menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, pertemuan denganNya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya lagi:

Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah SAW menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dam tidak menyekutukannya dengan apapun, mengerjakan sholat fardhu, menunaikan zakat wajib, dan berpuasa Ramadhan. Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ikhsan itu? Rasulullah SAW menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya. Dan jika engkau tidak melihatnya, maka sesungguhnya Dia melihatmu……Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah SAW bersabda: Panggilah ia kembali! Para sahabat hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah SAW bersabda: Ia adalah Jibril, (HR MUSLIM)

Setiap manusia akan mendapatkan balasan dari amalan-amalan atau perbuatan yang ia lakukan di dunia dan amalan itu bisa jadi penolong baginya atau jadi petaka. Berat timbangan amalan di sebelah kanan, niscahya akan memperoleh hadiah cinta dari Allah SWT berupa surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan mereka kekal di dalamnya. Allah memberikan sebuah janji yaitu sebuah hadiah cinta bagi hamba-hambanya yang beriman lagi taat sebuah naungan tempat tinggal di surga kelak yang luasnya seluas langit dan bumi.

Seandainya membayangkan tempat kembali adalah sebuah tempat yang dibangun oleh Allah dengan bahan bangunan berupa batu bata emas, perak sebening kaca, di dalamnya terdapat sungai yang mengalir susu, madu, arak yang tak memabukkan, kedaraannya berupa unta bersayap yang terbuat dari mutiara, ditemani bidadari yang jelita pastilah kita termasuk orang-orang yang berbahagia. Itulah janji Allah kepada hambanya yang taat.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam surga dan kenikmatan.” (Qs Ath-Thur:17)

Eits orang yang yang bertaqwa di sini bukan asal bertaqwa lho, tapi orang-orang yang juga menerima catatan amal dengan tangan kanan. Nah siapa ya kira-kira yang menerima catatan amal dengan tangan kanan? Yap yap, mereka adalah orang-orang yang banyak mengerjakan amal sholeh sehingga berat timbangan amal kebaikan mereka. Stop, Perlu dingat hadiah cinta dariNya tidak akan pernah diperoleh manakala seseorang itu kafir, murtad, dan musyrik.

Apa saja sih hadiah yang Allah SWT janjikan di sebuah nanguangan keindahan surga sebagai bentuk balasan cinta kepada hambanya?

Bangunan Surga

Allah membangun surga dengan bahan yang terbuat dari batu bata emas dan perak dicampur dengan aroma kesturi yang tiada tara bau harumnya, ditambah kerikil yang terbuat dari mutiara lu’lu dan yaquth serta tanahnya terbuat dari za’faran. Bisa dibayangkan alangkah indahnya mahakaryaNya yang disediakan bagi orang-orang beriman, bertaqwa, mengerjakan amal sholeh, dan menjauhi perbuatan dosa. Siapa yang tidak menginginkan tempat kesudahan seperti itu, hanya orang-orang kafir dan orang musyrik yang tidak menginginjan janji Allah. Allah bersedia membangunkan rumah di surga jika kita mengerjakan sholat 12 rakaat setiap hari dan malam. Sebagaimana hadist Rasullullah

Dari Ummu Habibah berkata: Rasulullah bersabda: “ Barangsiapa yang sholat setiap hari dan malam 12 rakaat, maka dibangunkan untuknya rumah di surga: empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya, dan dua rakaat sebelum al ghadah, yaitu sholat fajar (sebelum subuh).” (Dikeluarkan oleh Tirmizi dan Hakim)

Pintu-Pintu Surga

Pintu surga adalah jalan masuk menuju tempat kembali yang indahnya tidak ada tandaingannya dan pintu ini berjumlah delapan. Jadi memungkinkan bai kita untuk masuk melalui salah satu pintu dari kedelapan pintu yang ada.  Ada hamba Allah yang masuk melalui pintu sholat, pintu jihad, pintu sedekah,  atau pintu shaum.

Sungai-Sungai di Surga

Surga dihiasi oleh sungai-sungai yang indah dan dapat dinikmati atau diminum airnya. Sungai di surga ada beberapa jenis, diantaranya sungai madu, sungai air susu, sungai khmr yang tidak memabukkan, dan sungai air jernih yang tidak pernah berubah rasa.

“ Mata air surga ada yang bernama Salsabila, yang akan diberikan kepada orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah (muqarrabin), sedang para abrar (orang yang berbuat baik), maka Allah member mereka air yang iberi campuran kafur (air digin yang aromanya wangi) dan zanzabil (air hangat yang juga beraroma segar) (QS Al Insan:  5 dan 17)

Dipan, Sofa, Kemah dan Ranjang di Surga

Bisa dijumpai bahwa penghuni-penghuni surga dihiasi dengan gelang emas dan mereka mengenakan pakaian sutera halus, mereka duduk sambil bersadar di atas dipan-dipan yang indah. Kasur surga yang ada di atas dipan-dipan itu adalah kasur yag tebal serta empuk. (Lihat Qs Al Kahfi: 30-31)

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya bagi setiap orang mukmin di surga disiapkan kemah dari suatu mutiara lu’lu yang berrongga. Tingginya enam puluh mil. Di dalamnya terdapapat keluarganya dan orang beriman berjalan mengelilingi mereka. Sebagian mereka tidak bisa melihat sebagaian yang lain.” (HR Bukhari Muslim)

Allah SWT berfirman, “Mereka bertebaran dia atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari bermata jeli.” (Qs Ath-Thur: 20)

 

Makanan dan Minuman di Surga

Rasulullah SAW bersabda, “Penghuni surga akan makan dan minum enak-enak. Mereka tidak mengeluarkan ingus dari hidungnya, tidak buang air besar dan tidak buang air kecil. Makanan mereka berubah menjadi serdawa yang beraroma kesturi” (HR Muslim). Berarti sistem pencernaan manusia di bumi sudah tidak berlaku lagi di tempat nan indah ini. Sungguh ajaib! Bagaimana betapa menakjubkan mahakarya Allah ini. Subhanallah. Jadi ya gak perlu rempong-rempong lagi bolak balik kamar kecil. Ups di surga mana ada ?

Rindu akan janji Allah, sebuah hadiah cinta yang tak tergantikan bagi hambaNya yang taat. Ingin tau caranya, yaa beramal sholeh. Inget ya bukan amal salah, salah-salah nanti bisa nyasar ke jurang kenistaan, neraka. Hiii, Naudubillahimindzalik. Amal Sholeh saja tidak cukup, ketika kita beramal sholeh namun tidak didasari fondasi keimanan pada yang enam maka amalnnya bagai tersapunya debu oleh angin.

Sebuah Renungan Bagi Kita

Ketika bekal amal hanya mampu memberatkan timbangan amal di sebelah kiri, ketika hidup di dunia hanya untuk senda gurau durhaka pada Allah, Rosul, ataupun orangtua, ketika kita bangga dengan dosa-dosa, ketika nurani berbisik hari esok masih ada waktu untuk berbenah padahal ajal ada di ujung pintu, ketika itulah penyesalan akan menghampiri. Memang setiap orang mukmin dijanjikan sebuah hadiah keimanan (baca rukun Iman) berupa surga, namun apabila dosa-dosa masih menyelimuti meraka tentu Allah tidak mengijinkan mereka secara mudah melewati sirath (jembatan menuju surga yang perumpamaan wujudnya seperti  rambut dibelah tujuh). Tahukah kamu semakin banyak berbuat dosa, semakin lama pula waktu ketika menantikan habisnya siksa di neraka padahal sehari berada di neraka setara dengan seribu tahun di dunia.

Di Balik Sekat Itu Ku Dengar Ratap Kesedihan: Ikhlas itu buah Iman

Published Maret 24, 2012 by Azzalia Blog

Ratap kesedihan berawal dari isakan sedih seorang teman adikku yang menceritakan kegundahannya dan kekecewaannya di balik sekat kamarku. Bisa terdegar  dengan jelas clear bener bener clear apa isi ratapan kesedihan nan kegelisahannya itu. Bukan maksud untuk menguping pembicaraan mereka, tapi ini tidak disengaja untuk mencuri dengar. Lha wong sekatnya terbuat dari papan kayu triplek, jadi ya memungkinkan sekali untuk bisa mendengar dengan jelas apa isi tuturan ungkapan hatinya. Kegundahan hatinya membuncah begitu dia menceritakan ayahnya telah pergi menghadap Sang Khaliq.

Dirinya ternyata belum bisa menikhlaskan takdir hidupnya harus ditinggal pergi untuk meninggalkannya selamanya. Sepanjang perkataan yang kudengarkan dari balik sekat itu tidak lain merupakan ugkapan kemarahan pada Allah karena harus menghadapNya ketika dirinya belum siap ditinggal pergi. Heeemm, paham sih paham. Tapi, apa kita musti marah dengan takdir yang telah Allah tetapkan dan tertulis di Lauh Mahfudz. “ Dan setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati.” Agak heran sih, ketika kata-katanya  lama-lama makin jauh menghujat dan mempertanyakan apa sih mau Allah pada dirinya. Wow, tersentak kaget aku, hampir aja aku juga tersulut marah mendengar ucapannya tentang ketidakadilan takdir Allah. Heeehee, alhasil kemarahanku redam karena ku punya peredam amarah. Peredam itu kuaktifkan dan langsung dialog dengan qolbu, “apa diri ini bisa ikhlas jika mengalami hal yang sama?” I don’t know deh, rasa-rasanya ketika membayangkannya mungkin bisa jadi tak seteagar Muhammad SAW atau setabah Ali bin Abi Tholib ketika ditinggal pergi orang-orang terkasihnya.

“Tiada suatu musibah pun yang terjadi di muka bumi dan tiada pula yang menimpa diri kalian, melainkan semuanya telah tertulis di Lauh Mahfud sebelum Kami menciptakan bumi dan diri kalian” (QS AL Hadid: 22)

Bicara soal nasehat Qolbu terkait taqdir Allah sebenarnya mudah-mudah gampang. Sebenarnya seandainya keimanan telah tertanam kuat pada jiwa dan sanubari, pada qolbu dan mengakar kuat, pasti musibah seberat apapun dijadikan sebagai buah keridhoan dan keikhlasan dalam menerima ketetapanNya. Sekuat apapun kita menghalangi petir menyambar, menahan air hujan turun ke bumi, menghalau malaikat Izroil, atau menghentikan dan menangguhkan kematian, tak akan pernah usaha itu sukses merubah ketetapan yang telah Allah tulis dengan sekenarioNya.

Sesungguhnya ketika kita mendapat musibah apapun itu, telah Allah berikan bentuk kasih dan sayangnya kepada hambanya. Bagi hambanya yang mampu memetik buah iman, niscahya dirinya merasakan ujian atau musibah itu sebagai bentuk cara Allah menyayangi hambanya karena Allah menjanjikan derajat yang lebih tinggi. Seseorang bisa bertambah derajatnya dimata Allah hanya dengan bersabar dan ikhlas ketika dirundung musibah dan kemalangan. Bukankah ujian-ujian kesabaran para Nabi dan Rosul juga demikian, malah mereka menerima berbagai kedahsyatan ujian keimanan lebih berat. Semakin diri kita ikhlas dalam menerima ujian atau musibah semakin pula bertambah buah iman kita kepada Allah bagi umatnya yang senantiasa menyadari bahwa Allah telah memberikan ketetapan terbaik bagi hambaNya.

“Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Qs Al Baqoroh : 216)

Berpedoman Qs Al Baqarah : 216 akan menuntun kita pada keridhaan serta keikhlasan dalam menyikapi setiap persoalan hidup. Jika kita ridha terhadap semua ketetapan yang telah Allah tulis di Lauh Mahfudz, maka hidup akan terasa cukup dan akan mengantarkan pada kebahagiaan. Ridha adalah bunga yang indah apabila isiram dengan keikhlasan dan keridaan serta keikhlasan itu berada pada sebuah taman yang dinamakan taman iman.

Cukuplah sekat kamarku menjadi saksi bahwa orang yang tidak ridha di hatiya tercipta ketidak puasan. Cukuplah tulisan ini menjadi muhasabah pada Illahi serta cukuplah tulisan ini menjadi jembatan penghubung karena tidak sempatnya aku memberi advice pada teman adikku. Semoga Allah member kelimpahan kesabaran, keridhaan, keikhlasan dan kualitas keimanan pada kita. Aamiin Allohuma Aamiin.