Hadiah Cinta dari Illahi: Sebuah Naungan Keindahan Surga Part I

Published April 1, 2012 by Azzalia Blog

Allah SWT memberikan hadiah sebuah bentuk balasan cinta kepada hambanya yang juga cinta kepada Robbul Izzati berupa surga. Cinta seorang hamba kepada Al Kholiq, menyertai dalam setiap hembusan nafasnya dengan senantiasa sujud bersimpuh siang malam, hijrah ke jalan yang diridhoi atau meninggalkan perkara yang tiada berfaedah,  amar ma’ruf nahi mungkar, dan beramal sholeh. Cinta yang senantiasa diwujudkan dalam bentuk ketaatan menjalankan semua seruanNya dan meninggalkan segala bentuk laranganNya. Semua wujud kecintaan pada Robbnya  itu termaktub pada fondasi IMAN, ISLAM, dan IKHSAN.

Abu Hurairah berkata: Pada suatu hari, Rasulullah SAW muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki-laki yang bertanya: Wahai Rasululllah, apakah iman itu? Rasulullah SAW menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, pertemuan denganNya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya lagi:

Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah SAW menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dam tidak menyekutukannya dengan apapun, mengerjakan sholat fardhu, menunaikan zakat wajib, dan berpuasa Ramadhan. Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ikhsan itu? Rasulullah SAW menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya. Dan jika engkau tidak melihatnya, maka sesungguhnya Dia melihatmu……Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah SAW bersabda: Panggilah ia kembali! Para sahabat hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah SAW bersabda: Ia adalah Jibril, (HR MUSLIM)

Setiap manusia akan mendapatkan balasan dari amalan-amalan atau perbuatan yang ia lakukan di dunia dan amalan itu bisa jadi penolong baginya atau jadi petaka. Berat timbangan amalan di sebelah kanan, niscahya akan memperoleh hadiah cinta dari Allah SWT berupa surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan mereka kekal di dalamnya. Allah memberikan sebuah janji yaitu sebuah hadiah cinta bagi hamba-hambanya yang beriman lagi taat sebuah naungan tempat tinggal di surga kelak yang luasnya seluas langit dan bumi.

Seandainya membayangkan tempat kembali adalah sebuah tempat yang dibangun oleh Allah dengan bahan bangunan berupa batu bata emas, perak sebening kaca, di dalamnya terdapat sungai yang mengalir susu, madu, arak yang tak memabukkan, kedaraannya berupa unta bersayap yang terbuat dari mutiara, ditemani bidadari yang jelita pastilah kita termasuk orang-orang yang berbahagia. Itulah janji Allah kepada hambanya yang taat.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam surga dan kenikmatan.” (Qs Ath-Thur:17)

Eits orang yang yang bertaqwa di sini bukan asal bertaqwa lho, tapi orang-orang yang juga menerima catatan amal dengan tangan kanan. Nah siapa ya kira-kira yang menerima catatan amal dengan tangan kanan? Yap yap, mereka adalah orang-orang yang banyak mengerjakan amal sholeh sehingga berat timbangan amal kebaikan mereka. Stop, Perlu dingat hadiah cinta dariNya tidak akan pernah diperoleh manakala seseorang itu kafir, murtad, dan musyrik.

Apa saja sih hadiah yang Allah SWT janjikan di sebuah nanguangan keindahan surga sebagai bentuk balasan cinta kepada hambanya?

Bangunan Surga

Allah membangun surga dengan bahan yang terbuat dari batu bata emas dan perak dicampur dengan aroma kesturi yang tiada tara bau harumnya, ditambah kerikil yang terbuat dari mutiara lu’lu dan yaquth serta tanahnya terbuat dari za’faran. Bisa dibayangkan alangkah indahnya mahakaryaNya yang disediakan bagi orang-orang beriman, bertaqwa, mengerjakan amal sholeh, dan menjauhi perbuatan dosa. Siapa yang tidak menginginkan tempat kesudahan seperti itu, hanya orang-orang kafir dan orang musyrik yang tidak menginginjan janji Allah. Allah bersedia membangunkan rumah di surga jika kita mengerjakan sholat 12 rakaat setiap hari dan malam. Sebagaimana hadist Rasullullah

Dari Ummu Habibah berkata: Rasulullah bersabda: “ Barangsiapa yang sholat setiap hari dan malam 12 rakaat, maka dibangunkan untuknya rumah di surga: empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya, dan dua rakaat sebelum al ghadah, yaitu sholat fajar (sebelum subuh).” (Dikeluarkan oleh Tirmizi dan Hakim)

Pintu-Pintu Surga

Pintu surga adalah jalan masuk menuju tempat kembali yang indahnya tidak ada tandaingannya dan pintu ini berjumlah delapan. Jadi memungkinkan bai kita untuk masuk melalui salah satu pintu dari kedelapan pintu yang ada.  Ada hamba Allah yang masuk melalui pintu sholat, pintu jihad, pintu sedekah,  atau pintu shaum.

Sungai-Sungai di Surga

Surga dihiasi oleh sungai-sungai yang indah dan dapat dinikmati atau diminum airnya. Sungai di surga ada beberapa jenis, diantaranya sungai madu, sungai air susu, sungai khmr yang tidak memabukkan, dan sungai air jernih yang tidak pernah berubah rasa.

“ Mata air surga ada yang bernama Salsabila, yang akan diberikan kepada orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah (muqarrabin), sedang para abrar (orang yang berbuat baik), maka Allah member mereka air yang iberi campuran kafur (air digin yang aromanya wangi) dan zanzabil (air hangat yang juga beraroma segar) (QS Al Insan:  5 dan 17)

Dipan, Sofa, Kemah dan Ranjang di Surga

Bisa dijumpai bahwa penghuni-penghuni surga dihiasi dengan gelang emas dan mereka mengenakan pakaian sutera halus, mereka duduk sambil bersadar di atas dipan-dipan yang indah. Kasur surga yang ada di atas dipan-dipan itu adalah kasur yag tebal serta empuk. (Lihat Qs Al Kahfi: 30-31)

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya bagi setiap orang mukmin di surga disiapkan kemah dari suatu mutiara lu’lu yang berrongga. Tingginya enam puluh mil. Di dalamnya terdapapat keluarganya dan orang beriman berjalan mengelilingi mereka. Sebagian mereka tidak bisa melihat sebagaian yang lain.” (HR Bukhari Muslim)

Allah SWT berfirman, “Mereka bertebaran dia atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari bermata jeli.” (Qs Ath-Thur: 20)

 

Makanan dan Minuman di Surga

Rasulullah SAW bersabda, “Penghuni surga akan makan dan minum enak-enak. Mereka tidak mengeluarkan ingus dari hidungnya, tidak buang air besar dan tidak buang air kecil. Makanan mereka berubah menjadi serdawa yang beraroma kesturi” (HR Muslim). Berarti sistem pencernaan manusia di bumi sudah tidak berlaku lagi di tempat nan indah ini. Sungguh ajaib! Bagaimana betapa menakjubkan mahakarya Allah ini. Subhanallah. Jadi ya gak perlu rempong-rempong lagi bolak balik kamar kecil. Ups di surga mana ada ?

Rindu akan janji Allah, sebuah hadiah cinta yang tak tergantikan bagi hambaNya yang taat. Ingin tau caranya, yaa beramal sholeh. Inget ya bukan amal salah, salah-salah nanti bisa nyasar ke jurang kenistaan, neraka. Hiii, Naudubillahimindzalik. Amal Sholeh saja tidak cukup, ketika kita beramal sholeh namun tidak didasari fondasi keimanan pada yang enam maka amalnnya bagai tersapunya debu oleh angin.

Sebuah Renungan Bagi Kita

Ketika bekal amal hanya mampu memberatkan timbangan amal di sebelah kiri, ketika hidup di dunia hanya untuk senda gurau durhaka pada Allah, Rosul, ataupun orangtua, ketika kita bangga dengan dosa-dosa, ketika nurani berbisik hari esok masih ada waktu untuk berbenah padahal ajal ada di ujung pintu, ketika itulah penyesalan akan menghampiri. Memang setiap orang mukmin dijanjikan sebuah hadiah keimanan (baca rukun Iman) berupa surga, namun apabila dosa-dosa masih menyelimuti meraka tentu Allah tidak mengijinkan mereka secara mudah melewati sirath (jembatan menuju surga yang perumpamaan wujudnya seperti  rambut dibelah tujuh). Tahukah kamu semakin banyak berbuat dosa, semakin lama pula waktu ketika menantikan habisnya siksa di neraka padahal sehari berada di neraka setara dengan seribu tahun di dunia.

Petunjuk Tiket VIV ke Surga Ada di Alam Kubur

Published Maret 25, 2012 by Azzalia Blog

Image

Ketika berada di alam kubur, boleh jadi kita merasakan kebahagiaan tiada tara ketika amalan sholeh kita mampu menjadi penerang dan petunjuk dimanakah tempat kita berpulang. Ada pula ketika berada di alam kubur merasakan kesedihan dan penyesalan karena amalannya menghantarkannya pada siksa kubur.

Siapa sih yang tidak ingin memperoleh tiket VIV ke surga, nah petunjuk apakah nanti kita akan mendapatkan tiket itu atau justru tiket VIV ke neraka lah yang justru diperoleh bisa diketahui ketika berada di alam barzah. Memang belum pernah sih kesana, tapi petunjuk itu bisa diketahui dari Hadist Rosulullah yang diriwayatkan oleh Barâ’ bin ‘Azib

Radhiyallahu Barâ’ bin ‘Azib Radhiyallahu ‘anhu meriwatakan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba Allah yang beriman dan beramal sholeh apabila menjumpai kematian, para malaikat turun mendatanginya, wajah mereka bagaikan matahari. Mereka membawa kain kafan dan minyak harum dari surga. Para malaikat tersebut duduk dengan jarak sejauh mata memandang. Kemudian malaikat maut mendatanginya dan duduk dekat kepalanya seraya berkata, “Wahai jiwa yang baik keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah.” Maka keluarlah ruh itu bagaikan air yang mengalir dari mulut wadah air minum. Maka malaikat maut mengambil ruhnya. Bila ruh itu telah diambil, para malaikat (yang membawa kafan dan minyak harum) tidak membiarkan berada di tangannya walaupun sekejap mata hingga mengambilnya. Lalu mereka bungkus ruh itu dengan kafan dan minyak harum tersebut. Maka keluarlah darinya aroma, bagaikan aroma minyak kasturi yang paling harum di muka bumi. Mereka membawa ruh itu naik menuju (ke langit). Mereka melewati para malaikat yang bertanya, “Siapa bau harum yang wangi ini?” Maka mereka menyebutnya dengan panggilan yang paling baik di dunia. Sampai naik ke langit, lalu mereka meminta dibukakan pintu langit, maka lalu dibukalah untuknya. Malaikat penghuni setiap langit mengiringinya sampai pada langit berikutnya. Dan mereka berakhir pada langit ketujuh. Allah berkata, ‘Tulislah kitab hamba-Ku pada ‘Illiyyin (tempat yang tinggi) dan kembalikan ia ke bumi, sesungguhnya Aku menciptakan mereka dari bumi, kemudian di sanalah mereka dikembalikan dan akan dibangkitkan kelak.

Selanjutnya, ruhnya dikembalikan ke jasadnya. Lalu datanglah kepadanya dua malaikat, keduanya menyuruhnya untuk duduk. Kedua malaikat itu bertanya kepadanya, ‘Siapa Rabbmu?’ Ia menjawab, “Rabbku adalah Allah”. ‘Apa agamamu?’ Ia menjawab,agamaku Islam’. ‘Siapa orang yang diutus kepadamu ini?’ Ia menjawab, ‘Ia adalah Rasulullâh. ‘Apa ilmumu?’ Ia menjawab, ‘Aku membaca kitab Allah dan beriman dengannya’. Lalu diserukan dari langit, ‘Sungguh benar hambaku’. Maka bentangkanlah untuknya tikar dari surga-Ku. Dan bukakan baginya pintu surga. Maka datanglah kepadanya wangi surga dan dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang. Selanjutnya, datang kepadanya orang yang berwajah tampan, berpakaian bagus dan harum mewangi. Ia (orang berwajah tampan) berkata, “Bergembiralah dengan semua yang menyenangkanmu. Inilah hari yang dijanjikan untukmu.” Maka ia (mayat) pun bertanya, “Siapa anda, wajahmu yang membawa kebaikan?” Maka ia menjawab, “Aku adalah amalmu yang shaleh”. Ia bertanya lagi, “Ya Allah, segerakanlah Kiamat agar aku bisa kembali kepada keluarga dan hartaku.”

Dan bila seorang kafir, ia berpindah dari dunia dan menuju ke alam akhirat. Dan para malaikat turun dari langit menuju kepadanya dengan wajah yang hitam. Mereka membawa kain rami yang kasar, mereka duduk dengan jarak dari mayat sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut duduk di dekat kepalanya. Ia berkata, “Wahai jiwa yang kotor, keluarlah menuju kemurkaan Allah.” Selanjutnya, ruhnya pun menyebar ke seluruh tubuhnya dan malaikat maut mencabut ruhnya dengan kuat seperti mencaput sisir besi dari ijuk yang basah. Bila ruh itu telah diambil, para malaikat itu tidak membiarkannya sekejap mata di tangan malaikat maut, sampai para malaikat meletakkannya pada kain rami yang kasar tersebut. Kemudian ia mengeluarkan bau yang paling busuk di muka bumi. Selanjutnya para malaikat membawa naik ruh tersebut. Tiada malaikat yang mereka lewati kecuali mereka mengatakan, ‘Bau apa yang sangat keji ini?’ ia dipanggil dengan namanya yang paling jelek waktu di dunia. ketika arwahnya sampai pada langit dunia dan malaikat meminta pintunya dibuka, akan tetapi tidak diizinkan.

Setelah itu ruhnya dikembalikan ke jasadnya, dan datang kepadanya dua orang malaikat yang menyuruhnya duduk. Kedua malaikat itu bertanya, ‘Siapa Rabbmu? ia menjawab, ‘Ha ha, aku tidak tahu’. Mereka bertanya lagi, “Siapakah orang yang diutus kepadamu ini?” Ia menjawab, “Ha ha, aku tidak tahu.” Maka seseorang menyeru dari langit, “Sungguh ia telah berdusta.” Bentangkan tikar untuknya dari api neraka dan bukakan salah satu pintu neraka untuknya. Maka datanglah kepadanya angin panas neraka. Lalu kuburnya disempitkan sehingga tulang-tulang rusuknya saling berdempet. Kemudian datang kepadanya seorang yang berwajah jelek, berpakaian jelek dan berbau busuk. Orang itu berkata,“Berbahagialah dengan apa yang menyakitimu, inilah hari yang dijanjikan padamu.” Lalu ia (mayat) bertanya, “Siapa engkau yang berwajah jelek?” Ia menjawab, “Aku adalah amalanmu yang keji.” Lalu mayat itu mengatakan, “Rabb ku janganlah engkau datangkan Kiamat.” [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni dalam Shahîh Jâmi’ ash Shaghîr no 1676.]

“ Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati.” Ya, pastilah dan yang menjadi pertanyaan penting adalah apakah kita sudah mempersiapkan bekal kita untuk pulang ke kampung akhirat? Bahagia atau sengsarakah ketika pulang ke kampung halaman itu nantinya? Bisa jadi kita akan merasa bahagia jika pulang ke kampung surga. Atau boleh jadi akan berhujung petaka ketika kita dipulangkan ke kampung neraka. Bagi orang-orang yang beriman, beramal sholeh dan menerjakan pekerjaan ma’ruf tentu akan merasa bahagia ketika akan pulang ke kampung halamannya di akhirat nanti.

Bagi mereka kampung halaman yang dinantikan adalah tempat yang akan memberikan kebahagiaan lantaran amal yang dicarinya di dunia mengantarkan pada kampung surga. Nah, bagi jiwa-jiwa yang penuh dosa, kekufuran, kekafiran, dan kemusyrikan akan mengalami nasib yang sensara akibat kedurkakaannya kepada Allah. Kampung yang menantinya adalah api yang berejolak dengan siksa yang menyakitkan.

Perlu diingat sebelum pulang ke kampung surga sebaiknya kita memesan dulu tiket VIVnya . Tiket ini nggak Cuma-Cuma lho, bisa diperoleh hanya dengan amalan sholeh tentunya. Jangan lupa mempersiapkan bekal dengan amal yang bisa menerangi dan selamat dari siksa kubur serta menghantarkan kita pada kebahagiaan di akhirat. Caranya nggak boleh salah ya, bukan dengan membeli bolam 40 watt lho.

Cara-cara menerangi alam kubur bisa dilakukan dengan:

1. Beramal sholeh bukan amal salah. Amal sholeh ini akan menjadi kawan ketika kita berada di alam kubur dan mampu memberikan cahaya ketika berada di alam kubur. Beramal sholeh dapat dilakukan misalnya dengan berpuasa, berinfaq, sholat sunah atau wajib. Amal sholeh yang terpenting untuk mendapat penerang kubur dan selamat dari siksa kubur adalah sholat wajib

2. Mengerjakan sholat Tahajud. “ Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolongku.” Maksud ayat ini adalah harapan agar dapat memasuki alam kubur dengan baik dan keluar darinya ketika hari bangkit dengan kondisi bai pula.

3. Bersodaqoh Jariyah. Misalnya tanah yang diwaqafkan untuk dibangun masjid. Pahala dari sodaqoh jariyah ini akan senantiasa mengalir dan dapat menerangi alam kubur.

4. Mengajarkan Ilmu yang bermanfaat. Sekecil apapun ilmu yang bermanfaat itu diberikan, tetap akan bisa menerangi kubur kita.

5. Mendoakan kedua orang tua dan orang-orang yang beriman. “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua bapak, ibuku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab” (Qs Ibrahim: 41)

Di Balik Sekat Itu Ku Dengar Ratap Kesedihan: Ikhlas itu buah Iman

Published Maret 24, 2012 by Azzalia Blog

Ratap kesedihan berawal dari isakan sedih seorang teman adikku yang menceritakan kegundahannya dan kekecewaannya di balik sekat kamarku. Bisa terdegar  dengan jelas clear bener bener clear apa isi ratapan kesedihan nan kegelisahannya itu. Bukan maksud untuk menguping pembicaraan mereka, tapi ini tidak disengaja untuk mencuri dengar. Lha wong sekatnya terbuat dari papan kayu triplek, jadi ya memungkinkan sekali untuk bisa mendengar dengan jelas apa isi tuturan ungkapan hatinya. Kegundahan hatinya membuncah begitu dia menceritakan ayahnya telah pergi menghadap Sang Khaliq.

Dirinya ternyata belum bisa menikhlaskan takdir hidupnya harus ditinggal pergi untuk meninggalkannya selamanya. Sepanjang perkataan yang kudengarkan dari balik sekat itu tidak lain merupakan ugkapan kemarahan pada Allah karena harus menghadapNya ketika dirinya belum siap ditinggal pergi. Heeemm, paham sih paham. Tapi, apa kita musti marah dengan takdir yang telah Allah tetapkan dan tertulis di Lauh Mahfudz. “ Dan setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati.” Agak heran sih, ketika kata-katanya  lama-lama makin jauh menghujat dan mempertanyakan apa sih mau Allah pada dirinya. Wow, tersentak kaget aku, hampir aja aku juga tersulut marah mendengar ucapannya tentang ketidakadilan takdir Allah. Heeehee, alhasil kemarahanku redam karena ku punya peredam amarah. Peredam itu kuaktifkan dan langsung dialog dengan qolbu, “apa diri ini bisa ikhlas jika mengalami hal yang sama?” I don’t know deh, rasa-rasanya ketika membayangkannya mungkin bisa jadi tak seteagar Muhammad SAW atau setabah Ali bin Abi Tholib ketika ditinggal pergi orang-orang terkasihnya.

“Tiada suatu musibah pun yang terjadi di muka bumi dan tiada pula yang menimpa diri kalian, melainkan semuanya telah tertulis di Lauh Mahfud sebelum Kami menciptakan bumi dan diri kalian” (QS AL Hadid: 22)

Bicara soal nasehat Qolbu terkait taqdir Allah sebenarnya mudah-mudah gampang. Sebenarnya seandainya keimanan telah tertanam kuat pada jiwa dan sanubari, pada qolbu dan mengakar kuat, pasti musibah seberat apapun dijadikan sebagai buah keridhoan dan keikhlasan dalam menerima ketetapanNya. Sekuat apapun kita menghalangi petir menyambar, menahan air hujan turun ke bumi, menghalau malaikat Izroil, atau menghentikan dan menangguhkan kematian, tak akan pernah usaha itu sukses merubah ketetapan yang telah Allah tulis dengan sekenarioNya.

Sesungguhnya ketika kita mendapat musibah apapun itu, telah Allah berikan bentuk kasih dan sayangnya kepada hambanya. Bagi hambanya yang mampu memetik buah iman, niscahya dirinya merasakan ujian atau musibah itu sebagai bentuk cara Allah menyayangi hambanya karena Allah menjanjikan derajat yang lebih tinggi. Seseorang bisa bertambah derajatnya dimata Allah hanya dengan bersabar dan ikhlas ketika dirundung musibah dan kemalangan. Bukankah ujian-ujian kesabaran para Nabi dan Rosul juga demikian, malah mereka menerima berbagai kedahsyatan ujian keimanan lebih berat. Semakin diri kita ikhlas dalam menerima ujian atau musibah semakin pula bertambah buah iman kita kepada Allah bagi umatnya yang senantiasa menyadari bahwa Allah telah memberikan ketetapan terbaik bagi hambaNya.

“Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Qs Al Baqoroh : 216)

Berpedoman Qs Al Baqarah : 216 akan menuntun kita pada keridhaan serta keikhlasan dalam menyikapi setiap persoalan hidup. Jika kita ridha terhadap semua ketetapan yang telah Allah tulis di Lauh Mahfudz, maka hidup akan terasa cukup dan akan mengantarkan pada kebahagiaan. Ridha adalah bunga yang indah apabila isiram dengan keikhlasan dan keridaan serta keikhlasan itu berada pada sebuah taman yang dinamakan taman iman.

Cukuplah sekat kamarku menjadi saksi bahwa orang yang tidak ridha di hatiya tercipta ketidak puasan. Cukuplah tulisan ini menjadi muhasabah pada Illahi serta cukuplah tulisan ini menjadi jembatan penghubung karena tidak sempatnya aku memberi advice pada teman adikku. Semoga Allah member kelimpahan kesabaran, keridhaan, keikhlasan dan kualitas keimanan pada kita. Aamiin Allohuma Aamiin.

 

Daripada Demo Tolak Kenaikan BBM dengan Bakar Ban, Lebih Baik Rame-Rame Ngumpulin Kulit Jeruk

Published Maret 19, 2012 by Azzalia Blog

Image

Gambar: Demo di depan kampus UIN Yogyakarta

Ribuan mahasiswa yang tersebar di berbagai kota hari ini Senin 19 Maret 2012 serempak melancarkan aksi demo menolak kenaikan BBM. Di Kota Yogyakarta, para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Mengugat berdemo di Perempatan UIN dengan aksi tolak kenaikan harga BBM berlangsung ricuh. Aksi bentrok antara Polisi dan Mahasiswa tak dapat terelakkan lagi, diwarnai dengan saling kejar antara kedua pihak. Aksi saling kejar pihak aparat dengan mahasiswa ini terjadi karena mahasiswa menolak membubarkan diri. Aksi lempar batu juga menjadi pemandangan yang sudah tidak asing lagi ketika demo ini berlasung. Para demonstran melempari aparat kepolisian lantaran replika babi besar dan ban bekas yang mereka bakar dipadamkan dengan mobil water canon.

Niat yang baik untuk memprotes rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM atas dasar kepedulian dengan rakyat kecil memang baik, akanetapi jika niat ini malah merusak citra mahasiswa sebagai cendikia yang punya moralitas dan integritas, sebaiknya jalan yang ditempuh bukan dengan aksi kekerasan. Mahasiswa kan punya ilmu, jangan mau dong diprovokasi dan dibakar egonya untuk melakukan tindak anarkis. Bukan begitu cara seorang mahasiswa menyikapi adanya keputusan kenaikan BBM. Mari gunakan cara yan lebih bijak, gunakan ilmu dan akal tentunya. Demo sih boleh-boleh saja, asal tidak dengan embel-embel kekerasan.

Apa gak inget ini?

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu (agama) beberapa derajat.” (Al-Mujaadilah:11)

Kalo kataku sih “Daripada Demo dengan aksi bakar-bakaran, lebih baik rame-rame kumpulin kulit jeruk” How can do it? Mahasiswa2 kan pinter-pinter tuh, ayo dong pada unjuk gigi menerapkan hasil penemuan salah seorang ilmuan bernama Prof James Clark. Nah, apa ya hubungannya dengan kulit jeruk? Profesor James adalah penemu ide BBM alternatif  dari kulit jeruk lho. Beliau berhasil menemukan gelombang mikro berkekuata tinggi yang berhasil memecah molekul-molekul dalam kulit jeruk untuk melepaskan gas yang  dapat disuling untuk bahan bakar pengganti bensin atau solar. So yuk rame-rame kumpulin kulit jeruk dan praktek mengaplikasikan penemuan Prof James ini agar jadi solusi ketetapan kenaikan harga BBM.

Gambar: Buah Jeruk, Ini dia kulitnya bisa dijadikan alternatif pengganti bensin atau solar

Wow! Jejak-Jejak Nabi Muhammad SAW ada di Kauman Yogyakarta

Published Maret 18, 2012 by Azzalia Blog

Telapak Kaki Nabi Muhammad SAW

Gambar:  Cetakan telapak kaki Rasulullah SAW yang dibuat oleh seorang Arab

Bisa dibayangkan alangkah menariknya bisa secara langsung melihat jejak-jejak peninggalan Nabi Muhammad SAW di sebuah komplek Masjid Kauman Yogyakarta. Menarik tentu saja menarik karena komplek ini teretak berribu-ribu mil jauhnya dari tempat jejak-jejak sejarah itu semestinya berada. Bisa dibayangkan, sungguh amazing bukan, tentu hanya izin Allah lah yang bisa mewujudkan wisata religi yang hanya bisa disaksikan hanya sekali seumur hidup. Tidak ada yang menyangka waktu itu kalau ternyata menyaksikan jejak-jejak kenabian Muhammad SAW bisa didapati di sebuah kampung tempat kelahiran KH Ahmad Dahlan, pendiri organisasi Muhammadiyah. Tidak ada yang menyangka pula kalau wisata religi menyaksikan beberapa relikui jejak nabi Muhammad hanya bisa dikunjungi selama satu bulan saja. Ya tepatnya hanya  berlangsung pada tanggal 3 Desember 2010 hingga 3 Januari 2011. Kesempatan emas ini hanya bisa didapat bagi mereka yang mengetahui informasi bahwa ada sebuah event bernama “Pameran Pedang Nabi” di komplek Masjid Kauman, Yogyakarta. Waktu itu sedang ramai dibincangkan oleh adek-adek TPA di tempat saya mengajar dan mereka begitu antusias ingin melihat pameran yang diselenggarakan atas kerja sama pemerintah Turki dengan Indonesia.

“Mbak-Mbak pengin liat deh pemeran pedang nabi”, salah seorang murid TPA di tempat saya mengajar nyeletuk demikian. “Hayuk-hayuk, dimana pamerannya?”, kataku. “Di Kauman mbak” kata Salma. Beberapa menit kemudian saya dan adek-adek TPA meutuskan untuk pergi ke pameran pedang nabi itu, hitung-hitung wisata seumur hidup bisa untuk cerita anak cucu nanti. Ternyata hanya saya dan Salma yang fix untuk pergi ke pameran pedang nabi dan berbekal uang ala kadarnya yang cukup untuk membayar tiket masuk.Tepat tanggal 12 Desember saya dan Salma mengunjungi wisata religi sekali seumur hidup itu. Setelah sampai di komplek masjid Kauman kami agak bingung dimana oh dimana pamerannya. Pameran itu ternyata berada di sebuah sebuah bangunan yang berada tepat di depan masjid gede Kauman, tepat di depan pelataran masjid. Sudah ada spanduk bertuliskan “Pameran Pedang Nabi”, Pameran itu ternyata tidak sendirian menyelenggarakan acaranya di komplek masjid Kauman. Berkat kerja sama yang baik antara Pemerintah Turki dengan beberapa sponsor lembaga dakwah, ramai pula pameran itu dengan lomba-lomba Islami dan konser nasyid. Setelah tiket kami beli, sudah ada panitia yang mempersilahkan kami menunggu robongan lain untuk tour religi. Sekitar sepuluh orang dalam satu rombongandalam tour religi menyusuri jejak nabi Muhamad SAW.

Sebelum memasuki ruangan “museum sementara” jejak nabi Muhammad, kami disuguhkan dengan tayangan beberapa Khalifah Daulah Utsmaniyah dan kehebatan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Isla dalam Perang Salib). Durasi tayangan tentang usaha khalifah Daulah Utsmaniyah dan khalifah Abbasyiyah  dalam menegakkan Daulah Islamiyah yang disajikan sebelum memasuki tour/ wisata religi, kira-kira tidak ada tiga puluh menit. Kami serasa menapaki dan berada di masa-masa ketika pemimpin-pemimpin Daulah Islamiyah di Jazirah Arab hingga Eropa berupaya menegakkan pemerintahan.

Selesai menyaksikan tayangan yang berdurasi kurang dari tiga puluh menit, kami kemudian menuju ruangan utama pameran. Pemandu wisata religi jejak-jejak nabi Muhammad SAW mulai menjelaskan kepada kami tentang sejarah beberapa benda yang dipinjam dari Istana Topkapi, Turki. Kira-kira ada lebih dari tiga puluh koleksi relikui (peninggalan barang atau benda suci) jejak-jejak nabi Muhammad SAW. Bukan hanya relikui nabi Muhammad SAW saja, ada pula togkat nabi Musa yang dipamerkan dalam event “Pameran Pedang Nabi.”

Jubah Nabi Muhammad SAW

Gambar: Jubah Nabi Muhammad SAW

Relikui (peninggalan barang/ benda suci) yang dipamerkan saat event “Pameran Pedang Nabi” dipijam dari Istana Topkapi. Istana ini dulunya merupakan tempat kediaman 24 raja dari dinasti Turki Ottoman. Istana ini mulai dibangun pada masa pemerintahan Sultan Mahmet II atau pada tahun 1453 M. Istana Topkapi kini dijadikan sebagai museum tempat menyimpan bukti-bukti kejayaan Islam. Hebat ya, padalah dahulu kala relikui peninggalan sejarah nabi ini berada di tanah suci, tempat nabi Muhammad SAW hidup.

Gambar: Kunci-kunci Ka’bah yang selalu diperbaharui sehingga jumlahnya sangat banyak

Gambar: Rambut nabi Muhammad SAW

Gambar: Pedang Khalid bin Walid (Prajurit Islam yang ikut dalam Perang Mu’m tah)

Gambar: Pedang Jaffar bin Abi Thalib (Sepupu Rasul dan kakak Ali bin Abi Thalib)

Benda-benda yang dipinjam dari istana Topkapi diantaraya relikui terompah atau sandal nabi, cetakan jejak kaki nabi Muhammad SAW saat akan Isra Mi’raj, busur, kunci ka’bah, gembok ka’bah, jubah nabi Muhammad SAW,  rambut Rasulullah, tongkat nabi Musa, pedang-pedang nabi serta masih banyak lagi. Di salah satu sudut ruangan pameran ternyata dijual CD berisi jejak peninggalan Rasullullah di daratan Eropa, judulnya Jazirah nabi. Kebayang ga, harganya $ 4.50. Ya setara dengan Rp. 25.000, dan pastinya bayarnya tidak dengan dolar, maklum hanya label. Dijual juga buku referensi berjudul Sebilah Pedang: Bukti sekarah kejayaan Islam dimasa silam..

Gambar: CD Jazirah Nabi dan buku Sebilah Pedang yang dijual di Pameran “Pedang Nabi”

Gambar: Pose dengan replika tiruan Pedang Al Ma’thur dan Al Qadib

Setelah menyaksikan keelokan berbagai relikui jejak nabi Muhammad, para sahabat, dan relikui nabi Musa pengunjung dapat berfoto dengan tiruan pedang Al Mathur dan pedang Al Rashub. Tidak ingin kehilangan kesempatan berharga ini kami berpose layaknya pejuang di Jaman Rasulullah. Banyak yang berminat juga ternyata untuk sekedar mengabadikan gambarnya dengan kedua tiruan pedang Al Mathur dan Al Rashub itu. Menarik, benar-benar kesempatan emas yang tidak akan dijumpai dua atau beberapa kali, just only once.

Pedang Al Ma’thur dan Al Qadib

Published Maret 18, 2012 by Azzalia Blog

Pedang Al Ma’thur (Atas) merupakan salah satu pedang Rasulullah SAW dan sering disebut Ma’thur al-Fijar. Pedang ini sebelumnya adalah pedang kepunyaan ayah beliau, Abdullah. Al Mat’hur merupakan salah satu pedang Rasulullah yang setia menemani ketika beliau hijrah dari Makkah ke Madinah, hingga akhirnya diberikan kepada menantunya. Ali bin Abi Tholib, seorang menantu nabi Muhammad SAW yang menerima Al Ma’thur. Pedang ini memiliki panjang 99 cm dan ujung gagangnya melingkar bentuk ular. Gagangnya terbuat dari emas dan dihiasi batu emerald serta batu pirus. Pada gangang pedang terukir tulisan Kufic, Abdallah b. al-Munthalib. Pedang ini konon tidak pernah digunakan untuk berperang. Pedang Al Ma’thur ini sekarang disimpan di Museum Topkapi.

Pedang Al Qadib (Bawah) juga tidak digunakan untuk berperang. Pada sisi pedang yang berwarna perak tertulis lafadz kalimat syahadat yang artinya “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”. Pedang ini pernah berada di rumah Rasulullah dan hanya digunakan oleh kekhalifahan Fatimiah. Pedang ini  memiliki panjang 100 cm dan memiliki sarung yang terbuat dari kulit binatang. Pedang ini adalah jenis pedang yang ringan dan bentuknya menyerupai sebuah batang tipis. Pedang Al Qadib saat ini disimpan di Museum Topkapi, Turki.