Bau Harum Surga

All posts tagged Bau Harum Surga

Aku Ingin Mencintai-Mu Setulusnya

Published April 8, 2012 by Azzalia Blog

 

Tuhan betapa aku malu atas semua yang kau beri
Padahal diriku terlalu sering membuatMu kecewa
Entah mungkin karena ku terlena sementara Engkau beri
Aku kesempatan berulangkali agar aku kembali

Dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghambakanMu
Betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMu

Aku ingin mencintaiMu setulusnya
Sebenar-benar aku cinta
Dalam doa dalam ucapan dalam setiap langkahku
Aku ingin mendekatiMu selamanya sehina apapun diriku
Kuberharap untuk bertemu denganMu yaa Rabbi

(Lyric lagu Edcoustic, Judul: Aku Ingin Mencintai-Mu Setulusnya)

Perasaan cinta kan terasa indah manakala cinta itu kan berbalas dan satu-satunya cinta yang pasti kan dibalas adalah cinta Allah Robbul Izzati kepada hambaNya. Cinta kepadaNya sesunguhya terasa manis, terasa lezat, terasa menyenangkan dan akan membawa kebahagiaan pada setiap insan. Sesungguhya cinta itu akan membawa pada jalan menuju kebahagiaan hakiki, sebuah kebahagiaan sebagai wujud balasan cinta kepada hambaNya.

Sesungguhnya, diri ini merasa malu, merasa hina, apakah pantas diri ini mendapat balasan cintaNya? Betapa malunya ketika inggat diri ini terlalu sering melupakanMu, membuatMu kecewa, membuatMu murka. Ya Robb ul Izzati, sungguh hamba ingin hapus rasa kecewaMu, ingin ku hapus kemurkaanMu. Ku ingin kembali mencintaiMu dengan segenap hati ini, segenap perasaan tunduk yang sebenar-benarnya.

Engkau telah banyak memberikan jalan agar ku kembali, kembali pada fitrahku untuk menghambakanMu setulusnya. Kau tunjukkan jalanMu dengan cara yang indah, caraMu yang sangat mempesona, membuat hamba ingin selalu bersyukur atas hidayahMu, cintaMu yang begitu besar pada hambaMu yang hina ini.

Beberapa hari yang lalu di bunga tidurku, kudapati diri ini berada di sebuah tempat yang asing. Sebuah tempat dimana terdapat banyak jasad-jasad terkubur, tempat yang kan berbicara di sinilah jasadmu kan berada dan ruhmu akan berada di alam barzah. Dalam hati ku berbicara “mengapa tiba-tiba berada di tempat seperti ini?” Di tempat itu, ada salah seorang ibu-ibu yang mengajakku bercakap dan percakapan itu seolah membuatku melambungkan angan-angan untuk segera bertemu Sang Jodoh dunia akhirat. Ibu itu menanyakan seperti apa kriteria calon suami yang kuinginkan. Ada perasaan dalam hati mungkinkah kerabat ibu ini atau justu puteranya akan menjemputku menegakkan separuh DienNya.

Sembari berjalan menyusuri tempat jasad-jasad kubur itu kami melangkah setapak demi setapak. Pikiranku bermacam-macam mungkinkah di tempat ini ku kan dipertemukan dengan seseorang, entah siapa dia, pertanyaan dalam hati terus mucul silih berganti. Hingga sampai di sebuah ujung perkuburan itu, diriku terperanjat ada sebuah lubang berbentuk persegi panjang yang kira-kira cukup untuk ukuran tubuhku. Tak disangka, tiba-tiba ada yang menyeruku untuk masuk dan tidur di dalam lubang itu, di sebelahnya sudah ada bapak-bapak penggali yang siap menutup lubang itu dengan tanah. Lagi-lagi diri ini bertanya apa bau ku busuk, terigat akan hadist tentang kondisi kematian calon penghuni surga atau neraka.

Di tempat yang berbeda, tiba-tiba aku dibawa melesat dalam dimensi waktu dan ruang yang bereda, tempat yang juga tidak aku kenal, di tempat itulah ternyata aku akan dimandikan. Sudah ada ibu dan adikku yang siap memandikanku. Sempat aku berpesan kepada ibuku. “Bu doakan agar aku tidak mendapat siksa kubur ya.”

Selanjutnya bunga tidur itu tamat hingga aku akhirnya terbangun dan perlahan meneteskan air mata. Ku tak mengerti apa arti bunga tidur ini, apakah aku akan kembali ke tempat yang hina atau apakah aku akan menangis ketika penyelamat amalku tidak mampu menolongku. Entahlah, diri ini hanya bisa berharap kan kembali kepadaNya dengan perasaan bahagia.

Seandainya Allah menghendaki waktu hidup ku di dunia telah habis, aku hanya bisa berharap bisa bertemu dengan Mu ya Robi, bertemu denganMu dengan perasaan bahagia dan penuh keikhlasan. Dan seandainya Allah belum menghendaki waktu hidupku di dunia belum habis, ingin rasanya ku mencintaiMu setulusnya, sesungguhnya dan sebenar-benar cinta. Ya Robbi izinkan ku kembali mencintaimu dengan cinta yang penuh keikhlasan, cinta yang tulus dan ikhlas.

 

 

 

 

Iklan