Madu

All posts tagged Madu

Tahajud Cinta: Semanis Kurma, Semujarab Madu

Published April 2, 2012 by Azzalia Blog

 Ketika ratusan, ribuan bahkan jutaan mata terlelap di malam nan syahdu seorang yang merindu Cinta dari pemilik langit dan bumi, bersujud dengan keikhlasan hamparan sajadah panjang basah dengan air mata. Hampir setiap sepertiga malam terjaga dari bunga tidur, pasrah dalam keheningan dan kesunyian malam mengharap cinta dari pemilik segala keagungan (Al Mutakabir). Sosok hamba Allah ini berusaha hadir di malam-malam sunyi, memulai tahajud cintanya dengan takbir memuji keagungan Robbul Izzati. Rakaat demi rakaat hingga kenikmatan tahajud pun menyelimutinya.

Keikhlasan dalam hati membuat tahajud bagai hidangan terlezat di bumi. Manisnya iman semanis buah kurma ia rasakan ketika tunduk dalam sujud di setiap tahajud-tahajudnya. Kelezatan bertahajud seolah bagaikan menyantap manisnya kurma saat berbuka, bagaimana tidak ini hanya bisa dirasakan bagi orang-orang yang Ikhlas beribadah dan merasakan kedekatan pada Illahi.

Ketika Allah memberikan ujian keimanan, tahajud menjadi obat semujarab madu. Madu-madu dapat menyembuhkan penyakit, seperti diterangka pada Qs An-Nahl: 69 dan hadist riwayat Ibnu Majah.

“Kemudian makanlah daripada setiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan. Daripada perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan.” (Qs An-Nahl:69)

Rasulullah bersabda: “Ambillah dan pergunakan olehmu sekalian akan dua obat yaitu madu dan Al Qur’an.” (Ibnu Majah)

Keutamaan Sholat Tahajud

Saat matahari terbenam, Kelenjar Pineal mulai bekerja dan menghasilkan Hormon Melatonin dalam jumlah besar. Puncaknya terjadi pada pukul 02.00 – 03.00 dini hari dan ini adalah waktu terbaik Sholat Tahajjud, di sepertiga malam yang terakhir. Sholat Tahajjud dapat menstabilkan Hormon Melatonin, sehingga bermanfaat untuk :

Membantu terbentuknya Sistem Kekebalan Tubuh, Membatasi pemicu-pemicu Tumor seperti Estrogen,  Menghasilkan turunan Asam Amino Trytophan, Mengurangi Stres dan Mencegah kebekuan lemak tubuh. Menurut Drs. KH. Ibnu Hajar dalam bukunya “Kiat Sehat Alami Tanpa Obat” tahajud akan mengaktifkan system pemanas tubuh yang akan menghentikan pembekuan lemak.

Keutamaan lain Sholat Tahajud

Tahajud merupakan amal yang paling utama, ia lebih utama daripada shalat sunnah di siang hari; karena di waktu sepi lebih ikhlas kepada Allah, dan karena beratnya meninggalkan tidur, dan kelezatan bermunajat kepada Allah azza wajalla, dan di pertengahan malam lebih utama serta lebih makbul ketika melantunkan doa.

1- Allah berfirman: “ Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (QS. Al-Muzammil: 6)

2- Dari Amr bin Anbasah bahwasanya nabi berkata: sesungguhnya Allah paling dekat kepada hambanya adalah di tengah malam terakhir, kalau engkau bisa menjadi orang yang berdzikir kepda Allah pada waktu itu maka lakukanlah, karena shalat pada waktu itu dihadiri dan disaksikan hingga terbit matahari… (HR. Tirmidzi dan Nasa’i) (2).

3- Nabi ditanya: shalat apa yg paling utama selain yang wajib? Beliau berkata: shalat yang paling utama selain shalat wajib adalah shalat di tengah malam. (HR. Muslim).

4- Dari Abu Hurairah bahwasanya rasulullah bersabda: setiap malam tuhan kita turun ke langit dunia pada waktu sepertiga malam terakhir, Allah berkata: siapa yang berdoa kepadaku maka akan aku kabulkan, siapa yang meminta kepadaku akan aku berikan, siapa yg mohon ampun padaku maka aku akan memberi ampunan kepadanya. (Muttafaq alaih). Seorang Muslim seharusnya berusaha bangun malam dan tidak meninggalkannya; karena nabi saw melakukan sholat tahajud hingga kakinya pecah-pecah. Aisyah berkata kepada beliau: mengapa engkau lakukan ini wahai rasulullah, padahal Allah telah mengampunimu dosamu yg telah lalu dan yg akan dating? Nabi berkata: tidakkah aku suka menjadi hamba yang bersyukur? (Muttafaq alaih).

Tahajud cinta laksana pelita di kala lara, laksana madu mujarab penawar racun, laksana syifa yang mengobati penyakit, laksana pengikis luka yang tersayat sembilu, Tahajud cinta laksana terapi penyejuk jiwa, ketika keikhlasan menyertainya ku rasakan manisnya Iman semanis kurma dan semujarab madu.