Renungan

All posts tagged Renungan

Hari Gini Belum Berjilbab Tanya Kenapa? Alasan Menunda Menyegerakan Berjilbab

Published April 15, 2012 by Azzalia Blog

Kenapa sih masih belum mau menutup auratmu? Kenapa sih masih berpikir berulang kali? Kenapa sih masih belum siap? Sesungguhnya alasan-alasan yang dikemukakan mengenai sebab muslimah belum berjilbab sangat bermacam-macam. Hati-hati dengan alasan yang membuat kalian berkelit untuk menunda menyegarakan mengenakan jilbab dan menutup aurat secara benar. Bisa jadi itu adalah celah-celah yang menjerumuskan pada lembah kenistaan.

Hati-hati dengan intaian penghuni lembah kenistaan itu, dia akan senantiasa membisikkan agar manusia keluar dari ketentuan Allah SWT. Setiap saat, setiap hari, setiap jam, setiap menit, dan setiap detik merasuki dan menggonda untuk lalai dari pertolongan di hari ketika tiada lagi pertolongan  selain  pertolonganNya. Tentunya pertolongan itu hanya bisa didapat jika kita sebagai hambaNya mengikuti apa yang sudah menjadi ketentuannya.

Jangan sampai nanti menyesal di akhir, ya memang penyesalan selalu datang di akhir. Jangan sampai ketika Anda sudah sampai pada lembah kenistaan itu Anda berkata “Kembalikan Aku ke Dunia, akan ku kenakan pakaian syar’I dan menutup aurat Ku.” Sudah terlambat, penyesalan di akhirat tiada berguna, bahkan ketika nyawa sudah berada di ujung tanduk, penyesalan itu ibarat sebuah gara yang ditaburkan ke laut.

Masih ada yang berkelit, ah Aku belum siap untuk mengenakan jilbab dan menutup aurat secara benar, Sayang kan baju-baju mode-mode ala artis ini nggak dipake, Sayang kan kulit Ku yang mulus ini nggak diliat dan jadi daya tarik kepopuleranku. Nanti saja lah menunggu datangya Azzam. Wah, Azzam kok ditunggu? Ini ni yang membuat kalian dilirik dan jadi sasaran syetan untuk menjadi kawannya di Neraka kelak. Kesempatan yang tidak disegerakan mungkin akan berubah penyesalan ketika ajal Anda sudah di depan mata. Memangnya sudah cukup bekal pergi mempertanggung jawabkan semua perbuatan kalian? Memangnya malaikat Izroil bisa diajak nego? Besok saja ya datangnya malaikat Izroil, Aku belum siap nih.  Kematian itu tiadak bisa ditunda, jika sudah saatnya tentu tiada yang bisa mencegahnya.

Hidup itu memang sebuah pilihan, Namun bukankah sebaiknya kita memilih untuk menyegerakan pada kebahagiaan ketika di akhirat kelak.  Apa jadinya jika pilihan menyegerakan kebaikan ditunda-tunda? Bisa-bisa hanya penyesalan yang kan menemani saat-saat pertemuan dengan Nya, di akhirat kelak. Mengapa masih menunda menyegerakan untuk menutup aurat secara benar? Hayo, pasti ini deh alasannya? Check it now!

1. Masih Belum Mantap, Lain Kali Saja Deh

Ketika ditanya apa hukumnya mengenakan jilbab bagi wanita muslimah rata-rata mereka menjawab wajib. Namun, ketika ditanya kenapa jika hal itu wajib Anti masih belum mengenakannya? Ya karena belum siap, belum mantap, nanti saja kalau sudah insyaf. Anti belum siap karena tidak mau mencoba melakukan persiapan menuju keinsyafan dan kesiapan itu. Sesungguhnya mengenakan jilbab syar’I  dan menutup aurat  itu jika tidak disegerakan, sampai unta masuk ke lubang jarum pun tidak akan pernah tercapai.

Apa peryataan belum siap itu akan berlaku selamanya. Tentu tidak kan? Ada saat-saat ketika Anti harus menyegerakan untuk mengenakannya. Yah, ternyata ada nih yang nyeletuk, “Lho bukannya Allah itu tidak akan membebani seseorang di luar batas kemampuannya? Kalau Saya belum mampu kenapa dipaksa?”  Jawabnya mudah saja itu karena kita sendiri tidak menginginkan perubahan yang mampu menyelamatkan dari siksa dahsyatnya neraka (Nanti baca deh di akhir, tentang bagaimana nasib mu ketika kata penyesalan tiada berguna lagi di akhirat).

Modal utama yang diperlukan adalah mental kesiapa yang tinggi. Berjuanglah untuk mendapatkan kebahagiaan ketika bertemu dengan Robbul Izzati. Milikilah kebahagiaan itu dengan perjuangan mengalahkan bisikan-bisikan hati penunda kesiapan berjilbab dan menutup aurat . Yakinlah Azzam yang kuat akan hadir ketika kita berusaha dan menepis keraguan.

2. Takut Nanti Nggak Dapet Jodoh

Wah kalau ini alesannya, coba deh Tanya sama ustadz-usatad yang sudah berkeluarga. Wah wah alasan ini sungguh dibuat-buat. Sungguh jilbab akan menambah seorang wanita muslimah terlihat berharga. Sungguh tidak benar jika perintah Allah yang termaktub dalam QS An Nur:31 dikambinghitamkan dengan prasangka buruk takut nanti nggak dapet jodoh. Husnudhan lah kepada Allah, coba koreksi lagi apakah sudah benar niat kita. Allah lah yang menggenggam nasib hambaNya. Bila kita taat pada Allah SWT, akankah Allah membalas dengan menelantarkan tanpa jodoh? Sungguh tidak, Allah tidak akan menyita kebahagiaan HambaNya yang senantiasa taat pada semua yang diperintahkanNya. Jemputlah kebahagiaan fii dunya wal akhiroh.

3. Belum cukup Umur

Nah ini juga alasan yang sesat, Umumnya mereka yang memiliki pandangan seperti ini justru mereka adalah wanita-wanita muslimah yang sudah baligh. Ada pula dalih, wah masa-masa muda tuh belum saatnya memakai jilbab, nanti saja kalau suadah cukup umur. Dalih ini seolah menunjukkan kalau umur seseorang pasti panjang. Siapa yang akan menjamin umur seseorang akan panjang? Mengapa tidak saat ini saja, selagi masih muda, selagi masih memiliki kesempatan untuk berubah menjadi hambaNya yang akan mendapat kebahagiaan fii dunya wal akhiroh? Allah sungguh sangat menyukai hambaNya yang menyegerakan untuk bertaubat dan menjemput ridhoNya. Selagi sempat lho ya.

Semestiya membiasakan untuk berjilbab harus dimulai sedari usia kanak-kanak, memiasakan mereka mengenakan jilbab dan baju yang menutup aurat akan melatih mereka untuk menjaga kehormatannya. Saat ini belum ada kata terlambat kok, segeralah berbenah untuk menggapai kebahagiaan yang hakiki di akhirat kelak.

4. Tempat Bekerja Melarang

Ini juga alasan yang sebetulnya bisa jadi justru akan menjerumuskan pada kesesatan. Ada suatu kisah seorang wanita muslimah yang rela melepaskan jilbabnya hanya demi bekerja di salah satu perusahaan. Ya di tempat ia bekerja ternyata tidak memperbolehkan dirinya mengenakan jilbab. Alhasil ia pun menuruti peraturan tersebut dan setelah beberapa lama ia bekerja di tempat itu, ternyata kondisi yang ia rasakan semakin membuatnya tidak nyaman. Baru beberapa minggu ia bekerja di tempat itu, ketidaknyamanan sudah menyelimuti.

Inggatlah dunia ini memang penuh godaan, godaan akan kekayaan, uang, kedudukan atau jabatan semua bisa membutakan. Memang keimanan begitu mahal untuk dijual dan ditukarkan dengan gaji kantor yang tidak seberapa. Rizki Allah seluas-luas nya lautan dan sudah ada takarannya masing-masing. Tak semestinya kita berputus asa akan rizki yang sudah menjadi ketetapanNya. Yang perlu dilakukan hanya beriktiar dan menjemputnya tanpa menanggalkan perintahNya.

Bekali diri anti dengan kealhian, tetap berusaha dan pantang menyerah, pasti Allah memberikan jalan bagi hambaNya yang taat.

5. Tidak Tahan Dengan Cuaca Panas

Cuaca panas di dunia tidak ada apa-apanya jika disbanding dengan hawa panas di neraka tempat kembali orang-orang yang enggan mentaati Allah dan RasulNya. Ketika keikhlasan mengenakan jilbab sudah menghiasi, tiada peduli lagi dengan cuaca panas yang menyengat. “Katakanlah, api neraka Jahanam itu lebih sangat panas nya, jikalau mereka mengetahui.” (At- Taubah: 81)

Berada di cuaca yang panas akan menyejukkan ketika mengenakan baju yang tipis, namun apakah pilihan itu akan kita pilih dan mendapatkan murka Allah? Akankah kita akan meninggalkan perintah berjilbab seperti yang telah Allah perintahkan kepada wanita muslimah dala Qs An Nur ? Jika kita yang punya akal sehat tentu tidak akan memilih murka Allah. Ya, surga itu adalah pilihan dengan segala hal yang diliputi kesusahan dan dibenci nafsu, sebaliknya neraka itu adalah pilihan dengan segala yang disenangi nafsu.

6. Takut Tidak Istiqomah

Ada nih yang masih berulang berpikir dan enggan untuk menutup aurat dengan berjilbab. Mereka bilang, ah takut nggak bisa istiqomah nanti, takut nanti Aku melepasnya lagi. Inilah mental yang sudah kalah sebelum berjuang. Jangan pernah takut dengan bayang-bayang dan jadilah sebagai pemenang. Kuncinya adalah pada kesungguhan, niat dan keyakinan, maka tidak akan ada rasa kekhawatiran.

7. Belum Mendapat Hidayah

Hidayah nggak akan datang kalau tidak mencarinya. Jika sudah memiliki keinginan untuk berubah dan menutup aurat dengan jilbab, Anti pun harus berusaha mewujudkan keinginan itu. Bagaiman hidayah itu akan didapat jika kita selalu berdalih karena belum ada hidayah yang datang.

8. Pandangan Sesat “Ini Keindahan, Harus Disyukuri”

Mereka yang mengatakan bahwa aurat tidak perlu ditutup dan memilih untuk memamerkannya dengan dalih rasa syukur, sungguh mereka telah bermaksiat. Bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah bukan dengan mempertontonkan aurat. Jika ingin bersyukur kepada Allah , maka perlihatka rasa syukur itu dengan taat kepadaNya.

“Dan Katakanlah Kepada Para Perempuan Yang Beriman, Agar Mereka Menjaga Pandangannya, Dan Memelihara Kemaluannya, Dan Janganlah Menampakkan Perhiasannya (Auratnya), Kecuali Yang (Bisasa) Terlihat. Dan Hendaklah Mereka Menutupkan Kain Kerudung Ke Dadanya, Dan Janganlah Menampakkan Perhiasannya (Auratnya).” (An-Nur:31)

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat
Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah.
Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw menangis. Beliau menjawab,
“Pada malam aku di-isra’- kan , aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.
Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. “Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.
Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka
disiksa seperti itu?
Rasulullah menjawab, “Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

Renungan Bagi Kita

Duhai wanita muslimah dambaan surga jilbabilah hatimu, jilbabilah auratmu, tetapkanlah kemantapan hati untuk beristiqomah mengenakan jilbab dan menutup aurat dengan sempurna. Tentu kita tidak ingin menjadi penghuni neraka karena kelalaian, ketidakpedulian akan perintah Allah. Selagi masih diberi sisa usia, jemputlah kebahagiaan fii dunya wal akhiroh mu, usia mu tiada yang pernah tahu hingga kapan masanya berpulang pada pemilik jiwa ini, Allah Sang Khaliq. Jangan sampai ada kata penyesalan yang sudah tiada bergua lagi ketika nyawa berada di ujung tanduk.

 

Hadiah Cinta dari Illahi: Sebuah Naungan Keindahan Surga Part I

Published April 1, 2012 by Azzalia Blog

Allah SWT memberikan hadiah sebuah bentuk balasan cinta kepada hambanya yang juga cinta kepada Robbul Izzati berupa surga. Cinta seorang hamba kepada Al Kholiq, menyertai dalam setiap hembusan nafasnya dengan senantiasa sujud bersimpuh siang malam, hijrah ke jalan yang diridhoi atau meninggalkan perkara yang tiada berfaedah,  amar ma’ruf nahi mungkar, dan beramal sholeh. Cinta yang senantiasa diwujudkan dalam bentuk ketaatan menjalankan semua seruanNya dan meninggalkan segala bentuk laranganNya. Semua wujud kecintaan pada Robbnya  itu termaktub pada fondasi IMAN, ISLAM, dan IKHSAN.

Abu Hurairah berkata: Pada suatu hari, Rasulullah SAW muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki-laki yang bertanya: Wahai Rasululllah, apakah iman itu? Rasulullah SAW menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, pertemuan denganNya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya lagi:

Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah SAW menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dam tidak menyekutukannya dengan apapun, mengerjakan sholat fardhu, menunaikan zakat wajib, dan berpuasa Ramadhan. Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ikhsan itu? Rasulullah SAW menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya. Dan jika engkau tidak melihatnya, maka sesungguhnya Dia melihatmu……Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah SAW bersabda: Panggilah ia kembali! Para sahabat hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah SAW bersabda: Ia adalah Jibril, (HR MUSLIM)

Setiap manusia akan mendapatkan balasan dari amalan-amalan atau perbuatan yang ia lakukan di dunia dan amalan itu bisa jadi penolong baginya atau jadi petaka. Berat timbangan amalan di sebelah kanan, niscahya akan memperoleh hadiah cinta dari Allah SWT berupa surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan mereka kekal di dalamnya. Allah memberikan sebuah janji yaitu sebuah hadiah cinta bagi hamba-hambanya yang beriman lagi taat sebuah naungan tempat tinggal di surga kelak yang luasnya seluas langit dan bumi.

Seandainya membayangkan tempat kembali adalah sebuah tempat yang dibangun oleh Allah dengan bahan bangunan berupa batu bata emas, perak sebening kaca, di dalamnya terdapat sungai yang mengalir susu, madu, arak yang tak memabukkan, kedaraannya berupa unta bersayap yang terbuat dari mutiara, ditemani bidadari yang jelita pastilah kita termasuk orang-orang yang berbahagia. Itulah janji Allah kepada hambanya yang taat.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam surga dan kenikmatan.” (Qs Ath-Thur:17)

Eits orang yang yang bertaqwa di sini bukan asal bertaqwa lho, tapi orang-orang yang juga menerima catatan amal dengan tangan kanan. Nah siapa ya kira-kira yang menerima catatan amal dengan tangan kanan? Yap yap, mereka adalah orang-orang yang banyak mengerjakan amal sholeh sehingga berat timbangan amal kebaikan mereka. Stop, Perlu dingat hadiah cinta dariNya tidak akan pernah diperoleh manakala seseorang itu kafir, murtad, dan musyrik.

Apa saja sih hadiah yang Allah SWT janjikan di sebuah nanguangan keindahan surga sebagai bentuk balasan cinta kepada hambanya?

Bangunan Surga

Allah membangun surga dengan bahan yang terbuat dari batu bata emas dan perak dicampur dengan aroma kesturi yang tiada tara bau harumnya, ditambah kerikil yang terbuat dari mutiara lu’lu dan yaquth serta tanahnya terbuat dari za’faran. Bisa dibayangkan alangkah indahnya mahakaryaNya yang disediakan bagi orang-orang beriman, bertaqwa, mengerjakan amal sholeh, dan menjauhi perbuatan dosa. Siapa yang tidak menginginkan tempat kesudahan seperti itu, hanya orang-orang kafir dan orang musyrik yang tidak menginginjan janji Allah. Allah bersedia membangunkan rumah di surga jika kita mengerjakan sholat 12 rakaat setiap hari dan malam. Sebagaimana hadist Rasullullah

Dari Ummu Habibah berkata: Rasulullah bersabda: “ Barangsiapa yang sholat setiap hari dan malam 12 rakaat, maka dibangunkan untuknya rumah di surga: empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya, dan dua rakaat sebelum al ghadah, yaitu sholat fajar (sebelum subuh).” (Dikeluarkan oleh Tirmizi dan Hakim)

Pintu-Pintu Surga

Pintu surga adalah jalan masuk menuju tempat kembali yang indahnya tidak ada tandaingannya dan pintu ini berjumlah delapan. Jadi memungkinkan bai kita untuk masuk melalui salah satu pintu dari kedelapan pintu yang ada.  Ada hamba Allah yang masuk melalui pintu sholat, pintu jihad, pintu sedekah,  atau pintu shaum.

Sungai-Sungai di Surga

Surga dihiasi oleh sungai-sungai yang indah dan dapat dinikmati atau diminum airnya. Sungai di surga ada beberapa jenis, diantaranya sungai madu, sungai air susu, sungai khmr yang tidak memabukkan, dan sungai air jernih yang tidak pernah berubah rasa.

“ Mata air surga ada yang bernama Salsabila, yang akan diberikan kepada orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah (muqarrabin), sedang para abrar (orang yang berbuat baik), maka Allah member mereka air yang iberi campuran kafur (air digin yang aromanya wangi) dan zanzabil (air hangat yang juga beraroma segar) (QS Al Insan:  5 dan 17)

Dipan, Sofa, Kemah dan Ranjang di Surga

Bisa dijumpai bahwa penghuni-penghuni surga dihiasi dengan gelang emas dan mereka mengenakan pakaian sutera halus, mereka duduk sambil bersadar di atas dipan-dipan yang indah. Kasur surga yang ada di atas dipan-dipan itu adalah kasur yag tebal serta empuk. (Lihat Qs Al Kahfi: 30-31)

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya bagi setiap orang mukmin di surga disiapkan kemah dari suatu mutiara lu’lu yang berrongga. Tingginya enam puluh mil. Di dalamnya terdapapat keluarganya dan orang beriman berjalan mengelilingi mereka. Sebagian mereka tidak bisa melihat sebagaian yang lain.” (HR Bukhari Muslim)

Allah SWT berfirman, “Mereka bertebaran dia atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari bermata jeli.” (Qs Ath-Thur: 20)

 

Makanan dan Minuman di Surga

Rasulullah SAW bersabda, “Penghuni surga akan makan dan minum enak-enak. Mereka tidak mengeluarkan ingus dari hidungnya, tidak buang air besar dan tidak buang air kecil. Makanan mereka berubah menjadi serdawa yang beraroma kesturi” (HR Muslim). Berarti sistem pencernaan manusia di bumi sudah tidak berlaku lagi di tempat nan indah ini. Sungguh ajaib! Bagaimana betapa menakjubkan mahakarya Allah ini. Subhanallah. Jadi ya gak perlu rempong-rempong lagi bolak balik kamar kecil. Ups di surga mana ada ?

Rindu akan janji Allah, sebuah hadiah cinta yang tak tergantikan bagi hambaNya yang taat. Ingin tau caranya, yaa beramal sholeh. Inget ya bukan amal salah, salah-salah nanti bisa nyasar ke jurang kenistaan, neraka. Hiii, Naudubillahimindzalik. Amal Sholeh saja tidak cukup, ketika kita beramal sholeh namun tidak didasari fondasi keimanan pada yang enam maka amalnnya bagai tersapunya debu oleh angin.

Sebuah Renungan Bagi Kita

Ketika bekal amal hanya mampu memberatkan timbangan amal di sebelah kiri, ketika hidup di dunia hanya untuk senda gurau durhaka pada Allah, Rosul, ataupun orangtua, ketika kita bangga dengan dosa-dosa, ketika nurani berbisik hari esok masih ada waktu untuk berbenah padahal ajal ada di ujung pintu, ketika itulah penyesalan akan menghampiri. Memang setiap orang mukmin dijanjikan sebuah hadiah keimanan (baca rukun Iman) berupa surga, namun apabila dosa-dosa masih menyelimuti meraka tentu Allah tidak mengijinkan mereka secara mudah melewati sirath (jembatan menuju surga yang perumpamaan wujudnya seperti  rambut dibelah tujuh). Tahukah kamu semakin banyak berbuat dosa, semakin lama pula waktu ketika menantikan habisnya siksa di neraka padahal sehari berada di neraka setara dengan seribu tahun di dunia.