Tsunami Aceh

All posts tagged Tsunami Aceh

Pilih Mana Patah Hati Di Akhirat Atau Patah Hati Ketika Di Dunia?

Published April 6, 2012 by Azzalia Blog

Image

Dia, Sosok yang menawan sesosok berwajah bersinar karena setiap hari rajin bersihin wajah sehingga nggak kusem githu lho. Kalau kata Afgan sih “wajahmu mengalihkan duniaku”, “dia dia dia dia yang kutunggu-tunggu”. Memang sih siapa yang nggak mau, siapa yang menolak jika memandang wajah yang senantiasa bersinar bak bintang kejora di langit. Punya wajah bersinar yang menjadi pelita saat tiada penerang kala malam gulita, hmmm tentu menarik kan? You are beautiful, beautiful atau You are so handsome so handsome. Ah, begitu menyenangkan memilikinya. Who want to be a milionare? Eeetttt, salah salah maksudnya who want to be a beautiful or handsome?

Pagi itu dia pemilik wajah nan ayu jelita dengan bersinar-sinar kulit cerahnya berjalan di sebuah tempat yang penuh orang berbelanja atau sekedar hang out, cuci mata (mata kok dicuci??). Dirinya terlihat catik memang (apa cantik lahiriah aja, hatinya cantik nggak?) “Who knows, kalau mau tahu ya baca terus donk sampe akhir ya”!! Hehehe.. Dia berjalan di tempat dan waktu yang ternyata berahaya karena berjalan di atas timeline 26 Desember 2004 “Memangnya ada apa?”, ya waktu itu di tanggal 26 Desember 2004 di Nangroe Aceh Darussalam terjadi gempa bumi dan tsunami yang meluluhlantakkan sebagian besar Aceh.

Sejenak lupakan dulu ya pemilik wajah ayu itu. Sekarang Lanjut ke timeline pada tanggal 29 Desemer 2004 (Ceritanya beda person nie) Mbak Cici Tegal berserta rekannya menyusuri jalan-jalan di Aceh pasca Tsunami. Jalan-jalan itu masih penuh mayat-mayat yang membujur kaku akibat sapuan air laut yang terpicu gempa bumi berkekuatan 8,9 skala richter di Aceh pada waktu itu.

Diantara mayat-mayat itu, ada mayat wanita cantik namun ternyata sudah tanpa busana dan ternyata mayat wanita itu adalah sosok cantik yang sedang berjalan-jalan di Mall (Itu lho wanita cantik yang kita bicarakan di atas).

“Dalam pikiran saya wanita ini pasti orang kaya, pasti tubuhnya terawat, pasti dia sering ke salon, mayat ini dekat Mall, pasti dia lagi jalan-jalan.” Kata Mbak Cici Tegal. Mbak Cici juga menuturkan bahwa yang membuat dirinya terketuk adalah pasti wanita itu nggak nyangka ajalnya di situ dan dirinya pun berpikir siapa pun bisa seperti itu.

Boleh saja mengidam-idamkan wajah yang cantik nan berseri, namun itu bisa kok diperoleh ketika kita punya triknya. Dengan catatan, bukan dengan mentransfer uang ke salon untuk perawatan lho. Ada cara jitu yang dijamin mempercantik akhlaq dan membuat wajah bersinar ketika hari tidak ada yang mampu menyelamatkan kecuali……. kita (coba tebak apa isi titik-titik tadi).

Lain cerita, di tengah hiruk-pikuk kesibukan dunia, seorang hamba Allah dengan mata hatinya berjalan setiap pagi buta ke sebuah mushola untuk berjamaah. Ia tidak bisa melihat memang, namun ia punya naluri untuk melihat dan sukses sampai ke mushola itu. Wajah hamba Allah itu memang tidak sebagus akhlaqnya. Walaupun akhlaqnya luhur dan mulia, sayang dia seringkali mendapat perlakuan buruk dari orang-orang yang tiada tahu mengerti betapa sakitnya diperlakukan secara tidak manusiawi. Ia kerap menjadi ajang ledekan, cemoohan, lemparan kekesalan tetangganya. Dirinya diangggap oleh warga sekitar sebagai pembawa malapetaka di kampunya. Ah, nekat sekali orang-orang ini padahalkan Allah SWT lah penentu nasib baik atau buruk yang menimpa hambaNya.

Singkat cerita, hamba Allah itu tiba-tiba merasa tak enak badan, semakin lama semakin merasa kepayahan akibat sakitnya dan selang beberapa saat dirinya menjumpai malaikat Izroil untuk menjemputnya. Walaupun dirinya tidak memiliki paras yang bagus, namun akhlaqnya, amal sholehnya, amal ibadahnya mampu mengantarkannya ke tempat yang di dalamnya ada naungan keindahan surga yang Allah janjikan. Semasa hidupnya ternyata ia adalah orang yang paling banyak bermanfaat, ia adalah seorang yang menyingkirkan paku-paku di jalanan, ia adalah seorang yang memanggil tentang seruan Hayaalafala, ia adalah seorang yang tiada pernah lupa bersyukur,  ia adalah orang yang tiada pernah meninggalkan amalan penyelamat di hari ketika tiada penyelamat kecuali amal sholehnya. Ada dua malaikat yang membawa kain kafan dan minyak harum dari surga untuk hamba Allah itu.  Sebelum meninggal dia sempat mencium bau harum surga. Subhanallah.

Memang wajah yang tak sebagus akhlaq, amal sholehnya itu bukan jaminan untuk masa depan yang cerah di akhirat kelak, namun ternyata hamba Allah itu berusaha membaguskan rupa-nya dengan air wudhu yang disertai sholat wajib dan sunah. Amal sholeh pun tiada pernah tertinggal, selalu mengiringi dalam setiap hembusan nafasnya. Buat apa membaguskan rupa dengan mentransfer uang ke tempat yang tidak diridhoiNya, salah-salah berujung patah hati ketika di akhirat. Ya patah hati karena kita tidak membaguskan rupa dengan amal sholeh, eeeeh malah amal shalah. No No No Ya!!!

Bagi yang rindu akan surgaNya ini ada resep jitu untuk membaguskan rupa ketika di akhirat kelak.

Nggak perlu mahal-mahal beli produk pemutih wajah, cukup menjaga wudhu dan tutuplah auratmu. Inget ya engkau lebih cantik dengan jilbab dan iringi pula dengan akhlaqul kharimah. Hayo, menutup aurat ngga cuma asal nutup ya. Mau kan terlihat cantik dan nggak patah hati ketika di akhirat kelak, ya nggak mau donk patah hati karena mendapat tiket VIV ke neraka. Makanya ikutin yang ini ya.

Buat yang akhwat, Yang Ikhwan nanti ya, Lady first soalnya:

1. Menutup aurat dengan melindungi seluruh tubuh selain yang dikecualikan. Jadi inget ada ni sebutan jilbab kecil itu ikhwit, jilbab kecil banget itu uikhwit. Jangan tersungging ya bagi yang masih pake jilbab adeknya, bukan maksud meninggung tapi hendak mengatakan kalau Kau pun Semakin Mempesona dengan Jilbabmu yang Lebar. Tanya Kenapa?

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).

2.  Bukan Tabarruj, maksudnye bukan menghias diri, biarkan kecantikanmu itu memancar dengan dandanan iman.

3. Kainnya tebal, tidak tipis dan tidak transparan. Sesungguhnya mereka yang berpakaian tipis lagi transparan itu adalah berpakaian namun hakikatnya telanjang. Hadist Rasulullah: “Akan muncul di akhir umatku, wanita-wanita yang berpakaian namun pada hakikatnya bertelanjang. Di atas mereka terdapat sesuatu penaka punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga, dan tidak juga akan mencium bau surga. Padahal bau surga itu dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.” (HR Muslim).

4.  Kainnya longgar, tidak sempit dan tidak jatuh.

5. Tidak menyerupai pakaian laki-laki. “Rasulullah melaknat laki-laki yang memakai pakaian perempuan, dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Al Hakim, dan Ibnu Majah)

“ Bukan golongan kami, wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita.” (HR Ahmad dan Ath Thabrani)

6. Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir. Seperti apa ya pakaian-pakaian yang menyerupai orang-orang kafir? Ya berjilbab jangan serupa dengan tudung yang masih kelihatan auratnya, jangan pakai celana jeans, karena selain menyerupai pakaian laki-laki dan menyerupai pakaian orang kufur itu juga memperlihatkan bentuk.

7. Tidak diberi wewangian atau parfum. “Siapa pun wanita yang memakai wewangian lalu melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka dia adalah pezina.”

Buat yang Ikhwan gimana?

1. Tutup juga auratmu dan lengkapi dengan akhlaqul karimah

2. Ngga usah pake perhiasan akhwat donk, ngga perlu pake anting, gelang, dan kalung. Remember this Hadist Rasulullah: “ Bukan golongan kami, wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita.” (HR Ahmad dan Ath Thabrani)

3. Jangan mentato bagain atau seluruh tubuh. Ibnu Hajar rahimahullahu mengatakan: “Membuat tato haram berdasarkan ada laknat dlm hadits pada bab ini mk wajib menghilangkan jika memungkinkan walaupun dgn melukainya. Kecuali jika takut binasa sesuatu atau kehilangan manfaat dari anggota badan maka boleh membiarkan dan cukup dengan bertaubat untuk menggugurkan dosa. Dan hal ini berlaku sama saja bagi laki-laki dan wanita.”

Renungan bagi kita

Ketika diri ini sibuk mempercantik dan memperbagus wajah, ketika alat-alat kapitalis mencoba merusak anugerahNya, ketika mesin-mesin modern bersama dokter-dokter bedah mengubah penciptaanNya, ketika itulah rasa syukur luntur, ketika di dunia hanya berhias rupa, tanpa berhias akhlaq, ketika itulah patah hati di akhirat kan manyapa. Ketika alkhaqul karimah mendandani wajah di akhirat, ketika air wudhu bersama sholat menjadi penyempurna kecantikan, ketika wajah di akhirat berubah cerah, ketika itulah senyum kebahagiaan menyimpul.

Tiada guna merubah ciptaan Allah yang sudah dianugerahkan kepada kita, Allah hanya ingin hamba-hambanya berusaha memperbagus wajahnya di akhirat dengan amal ibadah dan amal sholeh di dunia. Jangan sampai wajah-wajah di akhirat menjadi buruk padahal ketika di dunia kita punya wajah yang sempurna (Also Read Artikel Wajahmu Mengalihkan Dunia Ku: 1000 Wajah Ketika di Akhirat)

Let’s berbenah diri (buat muslimah yang mendamba surga baca juga artikel Hari Gini Masih Belum Berjilbab, Tanya Kenapa?)

Iklan